Reaksi Gaikindo Soal Penolakan Relaksasi Pajak Nol Persen

Kompas.com - 20/10/2020, 16:01 WIB
Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOSales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) angkat bicara menanggapi penolakan relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru yang diputuskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, penolakan relaksasi pajak sebagai upaya stimulus merangsang pasar di tengah pandemi memang disayangkan, pasalnya usulan tersebut dibuat untuk mengairahkan pasar kembali serta industrinya.

"Mengamati penjualan KBM (kendaraan bermotor) menurun sampai lebih dari 50 persen, Gaikindo mengusulkan potongan tarif PpnBM dan BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) untuk membuat harga mobil bisa turun sehingga menjadi terjangkau oleh masyarakat," ujar Jongkie kepada Kompas.com, Selasa (19/10/2020)

Baca juga: Respons Daihatsu Soal Penolakan Relaksasi Pajak Nol Persen

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Sebenarnya kami mengusulkan hanya untuk jenis mobil-mobil tertentu dan yang di produksi di dalam negeri atau lokal. Karena kalau penjualan KBM tersebut bisa meningkat, maka penerimaan Pemerintah Pusat dan Daerah juga bisa meningkat, karena volumenya meningkat," kata dia.

Lebih lanjut Jongkie menjelaskan, efek dari adanya relaksasi pajak tak sekadar hanya berpengaruh pada peningkatan penjualan mobil saja, tapi juga ekosistem dari industri otomotif yang ada di dalamnya.

Contohnya seperti pabrik kendaraan bermotor dan komponen-komponennya yang diharapkan bisa kembali beraktivitas atau bekerja secara normal. Selain itu juga pastinya bisnis secara keseluruhan yang bisa menopang ekonomi bangsa.

Baca juga: Pelat Nomor Biru Bukan untuk Mobil Hybrid dan PHEV

Dengan adanya penolakan usulan relaksasi berupa pajak tersebut, Jongkie menjelaskan bila Gaikindo menerima dan patuh pada putusan pemerintah. Hanya saja imbasnya akan berdampak pada perlambatan di sektor otomotif.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Tetapi kalau usulan tersebut dikarenakan pertimbangan-pertimbangan Pemerintah di tolak, ya tidak apa-apa. Cuma peningkatan angka-angka penjualan KBM juga akan bergerak agak lambat naiknya," kata Jongkie.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X