Swap Baterai Masih Rumit, Gesits Andalkan Sistem Cas Mandiri

Kompas.com - 19/10/2020, 08:42 WIB
Motor listrik Gesits                         Foto: IstimewaMotor listrik Gesits

JAKARTA, KOMPAS.com - Baterai motor listrik Gesits punya konsep portable agar bisa dilepas pasang. Tujuannya selain memudahkan isi daya sekaligus ingin mengembangkan sistem swap alias tukar pakai.

Abdullah Alwi, GM Sales dan Marketing PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) yang terjun dalam pemasaran Gesits, mengatakan, saat ini pihaknya masih mengandalkan konsep isi daya sendiri atau cas mandiri.

"Saat membeli Gesits akan mendapat motor, baterai, dan charger. Jadi seperti motor listrik, isi dayanya di rumah, kita belum meggunakan konsep swap karena masih kita tahan," katanya kepada Kompas.com, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Motor Listrik Gesits Buka Flagship Store Baru di Jakarta

WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.                   Foto: Istimewa WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.

Abdullah mengatakan, konsep swap baterai butuh investasi yang besar, sedangkan dengan jumlah peredaran Gesits yang belum terlalu banyak hal itu masih sulit dilakukan.

"Ini lebih ke ayam dan telur ya, swap butuh investasi yang besar dan lingkungan yang banyak (mendukung). Sedangkan Gesits dengan jumlah yang belum banyak saat ini kita masih menunggu," katanya.

Abdullah mengatakan, ke depan jika secara bisnis sudah memadai dan kemudian mau memberlakukan sistem swap baterai tidak sulit sebab Gesits telah mengusung baterai portable.

Baca juga: Gesits Ajak Pengusaha Lokal Buka Diler di Tiap Daerah

"Saat ini ada start up yang mulai menyediakan swap baterai, ke depan Gesits, swap karena baterai kita sudah portabel," katanya.

WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.Foto: Istimewa WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.

Efektivitas

Abdullah mengatakan, tanpa sistem swap baterai pun saat ini Gesits sudah cukup efektif untuk menunjang kegiatan pemilik kendaraan. Sebab dengan satu baterai, motor diklaim bisa melaju sampai 50 km.

"Kelebihan kami menggunakan baterai portabel fungsional sehari-hari. Jarak tempuh 50 km itu satu baterai tapi kami bisa dua baterai sehingga total 100 km kalau mau beli baterai lagi," katanya.

"Misal ambil simpel pergi kerja jarak 30 km. Baterai tadi kita bisa copot bawa ke tempat kerja diisi sambil tunggu pulang jadi ketika pulangnya sudah penuh lagi. Ngecas sekitar tiga jam," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X