Orang Indonesia Kalau Beli BBM, yang Penting Diisi dan Bisa Jalan

Kompas.com - 13/10/2020, 16:01 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertamina saat ini masih menyediakan bahan bakar jenis Premiun dengan nilai oktan (RON) 88. Angka ini terbilang cukup rendah dengan standar emisi Euro IV saat ini yang disyaratkan bagi mobil-mobil baru.

Ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan, mobil dan motor keluaran baru paling tidak harus mengkonsumsi BBM dengan RON 92 atau yang setara dengan Pertamax.

“Sejak 2002 ketika kita menerapkan Euro 2, sudah tidak ada kendaraan yang cocok dengan premium,” ucap Yus, dalam diskusi virtual (12/10/2020).

Baca juga: Kawasaki W175 Dijual Cuma Rp 19 Jutaan sampai Stok Habis

Perbandingan kompresi dan nilai oktan yang terkandung dalam bahan bakar.Istimewa Perbandingan kompresi dan nilai oktan yang terkandung dalam bahan bakar.

Menurut Yus, masyarakat cenderung tidak berpikir panjang dan tidak peduli dengan spesifikasi bahan bakar yang cocok untuk kendaraan yang mereka beli.

“Kenyataannya ketika masyarakat ingin membeli kendaraan, mereka tidak terlalu mementingkan pertanyaan seperti bahan bakar yang cocok untuk kendaraan yang akan mereka beli,” katanya.

“Masyarakat hanya berpikir kalau kendaraan diisi bensin ya bisa jalan, gitu,” ujar Yus.

Baca juga: Jangan Dekat-dekat dengan Truk Walaupun Sedang Berhenti

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, Ia berharap masyarakat bisa mendapat literasi lebih baik soal spesifikasi bahan bakar yang sesuai dengan kendaraan bermotor yang dimilikinya.

Tujuannya agar dampak lingkungan dari emisi gas buang bisa berkurang, komponen mesin kendaraan jadi lebih awet, serta meningkatkan kualitas kehidupan menjadi lebih baik.

“Jadi keuntungan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrik, kendaraan akan mendapatkan performa mesin yang lebih bagus dan pengeluaran perbaikan kendaraan juga akan lebih rendah,” kata Yus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X