Jangan Dekat-dekat dengan Truk Walaupun Sedang Berhenti

Kompas.com - 12/10/2020, 19:31 WIB
Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali dibuka, Rabu (24/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comOlah TKP Kecelakaan Truk Pertamina Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali dibuka, Rabu (24/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara di jalan raya tentunya akan bertemu dengan kendaraan lain, misalnya seperti truk maupun bus. Dari berbagai kendaraan lain, berkendara dekat truk dan bus harus hati-hati.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, truk atau mobil besar lainnya memiliki titik buta atau blind spot yang besar di bagian depan dan samping sekalipun sudah dibantu kaca spion.

Truk memiliki bidang dan dimensi yang besar dan panjang, sehingga membutuhkan ruang yang besar dalam bermanuver, belok dan mundur,” kata Sony kepada Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Simak, Ini Aturan Naik Mobil Pribadi di Jakarta Selama PSBB Transisi

Truk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta. 
ANTARA/HO-Damkar Jaktim Truk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta.

Sony menambahkan, untuk mengetahui berapa jarak yang aman dengan truk, bisa dilihat dari tinggi dan panjang sumbu roda truk tersebut. Semakin tinggi atau panjang truk, maka semakin berbahaya kita berada di dekatnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kendaraan besar ini sering dimanfaatkan oleh pemotor untuk ngadem, terhindar dari sinar matahari ketika sedang berhenti di lampu merah atau macet. Padahal ini sangat berbahaya,” ucap Sony.

Ketika berada di dekat truk, perlu dibayangkan bahaya seandainya kendaraan tersebut patah as roda, ban pecah, atau bodinya terhempas angin, akibatnya akan rubuh ke samping. Risiko berada di dekat kendaraan besar adalah fatalitas atau kematian.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2020, Quartararo Masih Teratas Ditemani Joan Mir

Selain itu, ada juga bahaya truk mengalami rem blong karena beban yang berlebihan. Saat di jalan rata atau menurun, lebih aman berada di belakang truk. Sedangkan saat tanjakan, lebih aman berada di depannya.

“Kalau kita terjebak, segera menjauh atau bersiap-siap melakukan tindakan antisipasi untuk menghindar,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X