Ini Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Terjadi saat PSBB Tahap Kedua

Kompas.com - 09/10/2020, 17:41 WIB
Polantas memberikan sosialisasi kepada pengendara yang melanggar saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat pribadi di 25 ruas jalan di Jakarta untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan kendaraan di jalan raya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSPolantas memberikan sosialisasi kepada pengendara yang melanggar saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat pribadi di 25 ruas jalan di Jakarta untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan kendaraan di jalan raya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memperpajang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua sejak 28 November hingga 11 Oktober 2020. Sebelumnya PSBB jilid kedua ini mulai berlaku dari 14 hingga 27 September 2020.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Fahri Siregar, mengatakan, jumlah pelanggaran yang terjadi Ibu Kota masih terbilang tinggi meskipun arus lalu lintas agak menurun.

“Ternyata pelanggaran lalu lintas di mana PSBB jild pertama sampai transisi itu menunjukkan angka yang masih cukup tinggi,” ujar Fahri, dalam konferensi virtual (9/10/2020).

Baca juga: Harga Innova Bekas di Balai Lelang Cuma Rp 70 Jutaan

Sejumlah petugas menyekat akses masuk ke pusat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyekatan akan terus ditingkatkan seiring dengan pemberlakukan PSBB parsial di Cianjur yang akan mulai dilaksanakan Rabu (6/5/2020).Istimewa Sejumlah petugas menyekat akses masuk ke pusat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyekatan akan terus ditingkatkan seiring dengan pemberlakukan PSBB parsial di Cianjur yang akan mulai dilaksanakan Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, selama PSBB tahap kedua ada beberapa pelanggaran yang mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Di antaranya menggunakan ponsel sambil berkendara, mengendarai kendaraan di atas trotoar, melawan arus, menerobos jalur busway, hingga menerobos bahu jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena hampir tiap hari masih ada ratusan pelanggar lalu lintas yang masih kita lakukan penindakan,” ucap Fahri.

Baca juga: Mobil Matik Jangan Malas Oper Tuas Transmisi, Sesuaikan Kondisi Jalan

Penerobos jalur busway nekat melawan arus demi menghindari razia di Jalan Jatinegara Barat, Rabu (20/3/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Penerobos jalur busway nekat melawan arus demi menghindari razia di Jalan Jatinegara Barat, Rabu (20/3/2019).

Sementara itu soal penindakan tilang secara elektronik, menurut Fahri masih terus disosialisasikan dan diperluas keberadaannya.

“Apalagi sekarang kita sudah punya kamera ETLE yang sudah tersebar sebanyak 57 kamera. Jadi memang angkanya kadang naik kadang turun,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta masih memberlakukan PSBB yang diperketat sampai 11 Oktober 2020.

Baca juga: Cara Benar Mendorong Mobil Transmisi Matik yang Mogok

Ilustrasi razia maskerKOMPAS.com/RAJA UMAR Ilustrasi razia masker

Selain melakukan operasi lalu lintas, kepolisian juga ikut menggelar operasi yustisi yang menjaring masyarakat yang tidak menggunakan masker. Hasilnya jumlah masyarakat yang terjaring karena melanggar protokol kesehatan mulai berkurang.

“Mungkin masyarakat sudah mulai paham tentang protokol kesehatan,” kata Fahri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.