Begini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 26/09/2020, 10:41 WIB
Suasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018). Dok. Samsat Jakarta BaratSuasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan untuk menambah koleksi kendaraan bermotor mungkin menjadi hal yang wajar bagi setiap orang.

Apalagi muncul wacana dari Menteri Perindustrian ( Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terkait relaksasi pajak mobil baru nol persen.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan setidaknya untuk tiga bulan terakhir tahun ini, bukan tidak mungkin akan banyak konsumen yang memilih membeli mobil baru.

Meskipun sebenarnya sudah punya satu atau bahkan lebih kendaraan roda empat. Hal ini karena, kesempatan tersebut tentunya sangat langka dan tidak terjadi setiap tahunnya.

Baca juga: Jika Pajak Mobil Baru Nol Persen, Fortuner, Pajero Sport, dan CR-V Cuma Rp 200 Jutaan

Harga yang sangat murah mendorong masyarakat akan membeli mobil meskipun kondisi perekonomian masih tidak menentu.

Tetapi, yang perlu diingat saat membeli kendaraan baru sementara sudah mempunyai kendaraan yang sama adalah pengenaan pajak progresifnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Hallo Sobat Pajak. Apa itu Tarif Pajak Progresif? Tarif Pajak Progresif adalah Pengenaan Pajak Kendaraan DKI Jakarta. Didasarkan Atas Nama dan/atau Alamat Yang Sama. Sesuai Perda No. 2 Tahun 2015. Besaran Tarif Pajak Progresif seperti ini Sobat Pajak : Kendaraan Pertama Tarif 2% Kendaraan Kedua Tarif 2,5% Kendaraan Ketiga 3% Kendaraan Keempat 3,5% Kendaraan Kelima 4% Dst naik 0,5% tiap penambahan satu kendaraan, Dengan Pengenaan maksimal sebesar 10% Mau tidak kena Pajak Progresif??? Cukup dengan 1 Mobil dan 1 Motor saja. #Pajak #PajakJakarta #PajakKendaraanBermotor #PajakProgresif #SWDKLLJ #SamsatJakarta #BapendaJakarta #NTMCPolri #JasaRaharja #KendaraanBermotor #JktInfo #DKIJakarta @ntmc_polri @pt_jasaraharja @jktinfo @dkijakarta

A post shared by Humas Bapenda Jakarta (@humaspajakjakarta) on Aug 31, 2020 at 12:44am PDT

Pajak bertingkat-tingkat ini akan berlaku jika seseorang mempunyai kendaraan dengan jenis yang sama dan atas nama serta alamat yang sama pula.

Memang tidak semua daerah sudah menerapkan pajak progresif ini, tetapi bagi mereka yang tinggal di wilayah yang sudah memberlakukan aturan tersebut tentunya perlu juga mengetahui kisaran besaran pajaknya.

Misalkan yang tinggal di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan juga di Jawa Tengah (Jateng) yang sudah menerapkan pajak progresif.

Baca juga: Jika Pajak Mobil Baru Nol Persen, Harga LCGC Setara Motor Sport 250 cc

Herlina Ayu, Humas Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) DKI Jakarta, mengatakan, di DKI Jakarta, pajak berlipat ini sudah berlaku sejak beberapa tahun silam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X