Beda Pengertian Antara Ganti dan Kuras Oli Transmisi Matik

Kompas.com - 17/09/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik mobil sebaiknya memahami bahwa proses ganti dan kuras oli merupakan dua jenis pekerjaan yang berbeda.

Alat, proses, dan part suku cadang yang dibutuhkan juga berbeda. Bahkan biaya yang dikeluarkan juga memiliki perbedaan yang signifikan.

Pemilik bengkel transmisi Worner Matic, Hermas Prabowo, mengatakan untuk proses ganti oli, baik transmisi otomatis model konvensional maupun CVT biasanya membutuhkan oli 3 liter hingga 4 liter.

“Sedangkan untuk kuras oli bisa 12 liter, prosesnya pun berbeda. Kuras oli memakan waktu yang lama,” ujar Hermas kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Kenapa Jumlah Bangku Bus Lebih Banyak di Sisi Kanan?

Apa yang membuatnya berbeda? Ganti oli itu hanya mengganti oli matik yang ada di ruang karter (bak penampungan oli).

Sedangkan proses kuras adalah mengeluarkan atau mengganti semua oli yang ada di seluruh sistem transmisi. Untuk itu dibutuhkan oli yang lebih banyak.

Ilustrasi ganti oliDeltalube Ilustrasi ganti oli

Jarak Tempuh

Ada pemahaman yang mengatakan bahwa proses ganti oli itu dilakukan berkala setiap mobil sudah menempuh jarak 15.000 km. Sementara untuk kuras oli dilakukan setiap 50.000 km.

Pemahaman tersebut menurut Hermas kurang tepat. Jika rajin melakukan pergantian oli matik sesuai waktunya, maka tidak perlu kuras oli. Sebab, oli yang berada di dalam transmisi selalu diperbarui dan punya perfoma pelumasan yang baik.

Baca juga: Kembaran Ninja H2 Asal Italia Resmi Meluncur, Lebih Canggih!

Kuras dilakukan jika kondisi oli transmisi sudah tidak lagi bisa melumasi dengan baik. Biasanya muncul gejala-gejala penurunan perfoma pada transmisi.

“Misal, ada keterlambatan saat proses shifting (pergantian gigi). Bisa juga muncul suara dengung,” kata Hermas.

Selain itu, Hermas mengingatkan, penggantian oli transmisi saat ini sebaiknya tidak lagi bergantung pada jarak tempuh. Melihat kondisi kemacetan lalu lintas yang parah, membuat jarak tempuh sudah tidak relevan lagi.

Contoh, untuk menempuh jarak 10 km biasanya ditempuh dalam waktu 20-30 menit, tapi pada kenyataannya saat ini bisa sejam atau lebih. Jika dihitung normal, dalam waktu 1 jam mobil bisa menempuh lebih dari 10 km.

“Yang biasanya ganti oli matik 10.000 km, dengan kondisi kemacetan dan waktu kerja komponen yang lebih lama sebaiknya dipercepat menjadi 7.000 atau 8.000 km,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X