Menhub Budi Karya Ungkap Tantangan Bangun Transportasi Nasional

Kompas.com - 17/09/2020, 17:21 WIB
Kondisi tepi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, dipenuhi oleh angkot yang mengetem. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANKondisi tepi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, dipenuhi oleh angkot yang mengetem.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam membenahi sektor transportasi di Tanah Air, akses keterjangkauan menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Sebab pemenuhan kebutuhan layanan transportasi merupakan hak dasar warga negara yang harus dipenuhi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam pembangunan transportasi nasional.

Menurutnya, akses keterjangkauan perlu ditingkatkan mengingat layanan transportasi dari waktu ke waktu mengalami perkembangan, baik dari kualitas maupun kuantitas.

Baca juga: Ini 7 Merek Mobil yang Sudah Hengkang dari Indonesia

Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).

“Tantangan yang belum selesai adalah pemenuhan akses keterjangkauan, peningkatan pendapatan masyarakat dan perubahan karakteristik pasar lokal, regional maupun global yang menuntut kualitas layanan transportasi yang lebih baik,” ucap Budi, dalam webinar Hari Perhubungan Nasional (17/9/2020).

Budi mengatakan, cara menyelesaikan tantangan tersebut erat kaitannya dengan rencana pembangunan nasional, kepastian hukum, hingga publikasi kinerja.

Ia menambahkan, pembenahan sektor transportasi bertujuan untuk memunculkan pertumbuhan ekonomi baru di mana sebuah infrastruktur dibangun.

Baca juga: Mobil Terlaris Agustus 2020, Nissan Geser Daihatsu dan Mitsubishi

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Transportasi yang baik adalah transportasi yang harus berkelanjutan. Ini memungkinkan kebutuhan akses yang mendasar dari masyarakat terpenuhi, selamat, terjangkau, dan efisien,” ujar Budi.

Di samping itu, pembangunan sistem transportasi berkelanjutan perlu membatasi penggunaan energi berbahan baku fosil.

Pencapaian dalam bidang transportasi pun penting dipublikasikan agar masyarakat mengetahui dan menimbulkan efek positif bagi pertumbuhan Ekonomi nasional.

“Hal penting lainnya adalah kepastian perundang-undangan di bidang transportasi. Peraturan yang baik tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum tapi juga mempertimbangkan aspek sosiologi dan aspek komunikasi,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X