Masih Banyak yang Abai, Mengajak Anak Kecil Duduk di Jok Baris Depan

Kompas.com - 17/09/2020, 11:02 WIB
Ilustrasi mudik SHUTTERSTOCKIlustrasi mudik

JAKARTA, KOMPAS.com - Biasanya pada bagian tudung sinar matahari (sun visor) penumpang depan mobil, sudah tertera gambar dan penjelasan larangan seorang dengan tubuh mungil atau anak kecil duduk di jok depan.

Jika dicermati, sudah jelas mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Tapi, pengendara di Indonesia masih banyak yang abai dan melakukannya, sehingga sama saja mengancam keselamatan sang anak.

Penting untuk diketahui, apalagi jika melakukan perjalanan bersama keluarga, kebanyakan sabuk pengaman mobil di bagian depan tidak didesain untuk anak kecil.

Ada beberapa syarat penggunaan sabuk tiga titik yang aman, yaitu sabuk bahu harus melintang melewati bahu tapi jangan sampai mengenai leher, sabuk pangkuan harus serendah mungkin di atas pinggul, dan angkur sabuk tidak boleh lebih rendah dari level bahu.

Baca juga: Truk yang Pakai Ban Ganda, Bagian Mana yang Lebih Cepat Aus?

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, untuk anak-anak yang kakinya belum bisa mencapai dasar kabin, maka wajib ditempatkan di second row. Selain itu mereka juga harus menggunakan tempat duduk tambahan seperti booster seat atau baby seat.

Ilustrasi Thinkstockphotos Ilustrasi

“Sebab, seatbelt dewasa belum bisa mengakomodir keselamatan mereka ketika terjadi pengereman tiba-tiba. Jadi, anak sebaiknya tetap ditempatkan di baby seat atau car seat,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sabuk pengaman tiga titik punya fitur reaktor pengunci darurat Emergency Locking Retractor (ELR) yang menghentikan sabuk yang mengendur tiba-tiba dan pretensioner yang berfungsi mengeratkan sabuk bila terjadi kecelakaan.

Baca juga: Bisnis Otomotif Grup Astra Raih Pangsa Pasar 45 Persen

Pada anak kecil terdapat risiko sabuk mencederai leher atau kepala bila kedua fitur tidak bekerja.

Selain itu, fitur airbag penumpang depan dapat mengembung dengan kekuatan yang sanggup menyebabkan kematian atau cedera serius.

Jarak teraman posisi pengemudi lebih dari 250 mm dari airbag, jarak itu ditentukan dari pusat roda kemudi ke tulang rusuk.

"Maka dari itu sudah bisa dibayangkan risiko menempatkan anak kecil di depan pengemudi, hal yang sama juga tentunya berlaku untuk penumpang depan," kata Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.