Honda Jazz Terbalik di GT Cibubur, Ngantuk Jangan Maksa Nyetir

Kompas.com - 09/09/2020, 14:31 WIB
Honda Jazz terbalik di GT Cibubur 1 pada Rabu (9/9/2020). Jasa MargaHonda Jazz terbalik di GT Cibubur 1 pada Rabu (9/9/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.comMengantuk masih jadi momok yang menakutkan bagi pengendara. Tak terhitung jumlah kecelakaan yang terjadi karena pengemudi yang kurang istirahat.

Seperti yang terjadi Rabu pagi (9/9/2020) di Gerbang Tol (GT) Cibubur 1 Jalan Tol Jagorawi pukul 08.15 WIB, terdapat sebuah Honda Jazz dengan nopol B 1398 TZT yang terbalik.

Irra Susiyanti, Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad, menjelaskan kronologis kejadian.

Baca juga: Pabrik KTM Indonesia di Gresik Sudah Beroperasi

Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.

Diketahui Honda Jazz yang dikendarai Tomy R Sambera (29 tahun), warga Bekasi, melaju dari arah Jakarta ke arah keluar GT Cibubur 1.

Penyebab kecelakaan diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak tiang batas ketinggian gardu di GT Cibubur 1.

“Terdapat dua orang luka ringan pada kejadian tersebut, petugas Paramedis Jasa Marga segera melarikan korban ke RS Meilia Cibubur,” ucap Irra, dalam keterangan tertulis (9/9/2020).

Baca juga: Wuling Victory, Penantang Kijang Innova Seharga Low MPV

Kalau sudah mengantuk, sebaiknya istirahat dan jangan memaksakan diri menyetirShutterstock Kalau sudah mengantuk, sebaiknya istirahat dan jangan memaksakan diri menyetir

Kondisi ngantuk memang sering dirasakan pengemudi saat berkendara. Banyak yang menyepelekan kondisi ini, malah tak sedikit yang memilih memacu mobil lebih ngebut dengan alasan agar kantuk hilang.

“Memang bisa timbul efek tersebut. Hal ini dikarenakan tubuh melepaskan hormon adrenalin yang membuat si pengemudi merasa lebih sigap dan segar,” ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Namun menurutnya, antisipasi paling benar saat mengantuk adalah dengan tidur. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi diri sendiri dan lingkungan sekitar agar tetap aman.

“Kalau memang sudah ngantuk, lebih baik istirahat sejenak. Kalau ada driver cadangan lebih baik, namun lebih baik lagi jangan memaksakan diri,” kata Marcell.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X