Salah Kaprah Tentang Lampu yang Kerap Dilakukan Pengemudi

Kompas.com - 02/09/2020, 19:41 WIB
Lampu depan Mazda2 yang didesain seperti mata cheetah, dengan empat LED di sekeliling lampu utama. Kompas.com/WisnubrataLampu depan Mazda2 yang didesain seperti mata cheetah, dengan empat LED di sekeliling lampu utama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengemudi malam hari merupakan titik rawan untuk mata, apalagi jika ditambah dengan isyarat lampu kendaraan yang digunakan tak semestinya, tingkat kerawanan akan berlipat.

Mirisnya, meski sudah banyak sosialisasi yang digelontor oleh para penegak hukum bahkan media untuk mengedukasi tentang lampu mobil, masih banyak pengguna jalan yang salah kaprah soal aturan lampu.

Berikut rangkuman beberapa salah kaprah soal lampu yang kerap dilakukan oleh pengguna jalan:

Baca juga: Modal Rp 100 Jutaan, Dapat CR-V dan X-Trail Bekas

1. Lampu utama

IIHS lakukan pengujian terhadap kualitas lampu mobil.Autoblog.com IIHS lakukan pengujian terhadap kualitas lampu mobil.

Jika melihat aturan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1993 pasal 30 dan 31, secara umum dikatakan bahwa lampu utama dekat dan jauh berwarna putih atau kuning muda.

Secara aturan mungkin semua pengendara sudah menerapkannya. Namun yang kadang tidak disadari adalah penggunaan lampu yang menyilaukan.

“Banyak pengendara yang menggunakan lampu dengan cahaya yang begitu tinggi dan sama sekali tidak mencerminkan etika dan empati,” ujar Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Lampu standar pabrikan sudah diukur cukup menerangi jalan sesuai PP No.44 tersebut, yakni menerangi bidang depan jarak 40 meter pada cuaca cerah. Lalu titik terluar sorot lampu atas tak melebihi ketinggian 1.250 mm.

Saat menggantinya, dengan kebanyakan orang suka, yakni Hight Intensity Discharger (HID), mereka tidak sadar sudah melebihi ambang batas. Boleh mengganti asal sesuai standar pabrikan, yakni dengan kekuatan menyala 4.300 K (Kelvin) atau batas toleransi yang mencapai 5.000 K.

2. Lampu kabut (fog lamp)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X