Ini Penyebab Rem Skutik Blong Saat di Jalan Menurun

Kompas.com - 25/08/2020, 06:45 WIB
Ilustrasi motor Otomania/Setyo AdiIlustrasi motor
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Sepeda motor dengan transmisi otomatis menjadi pilihan masyarakat di Indonesia. Banyak hal yang menjadikan skuter matik ( Skutik) menjadi kendaraan paling laris dan mendominasi penjualan roda dua nasional.

Salah satunya, yakni tingkat kenyamanan serta kemudahan dalam pengoperasiannya.
Pengendara motor matik ini tidak perlu repot-repot memindah gigi transmisi untuk menyesuaikan tingkat kecepatannya.

Percepatan kendaraan sudah berjalan secara otomatis mengikuti putaran gas dari sang pengendara.

Baca juga: Ingat, Mengemudi Sambil Main Ponsel Lebih Bahaya dari Pengaruh Alkohol

Tetapi, di balik kemudahan dan kenyamanannya ternyata ada bahaya yang mengintai pengendara, yakni potensi rem blong.

Kejadian ini sering terjadi di daerah yang berkontur perbukitan atau jalur puncak, di mana skutik sering melaju di jalur turunan.

Saat melaju di jalur menurun banyak pengendara yang terlalu sering menggunakan rem untuk mengurangi kecepatannya.

Padahal, cara tersebut justru bisa menyebabkan rem mengalami blong atau gagal fungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

Selain itu, yang lebih parah kejadian ini bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa.

Mengerem sepeda motor ada teorinya.mpm-motor.co.id Mengerem sepeda motor ada teorinya.

Pemilik bengkel spesialis matik Naranata Motor Joko Purnomo menjelaskan, tidak berfungsinya sistem pengereman pada skutik disebabkan karena adanya pemuaian pada seal kaliper cakram.

Kondisi tersebut membuat piston pada rem tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya saat menekan cakram atau macet.

Baca juga: Ketahui Ini Bahaya Mengemudi Sambil Main Ponsel

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X