Mobil untuk Kursus Mengemudi Beda dengan Mobil Biasa

Kompas.com - 19/08/2020, 19:01 WIB
mobil kursus mengemudi Kompas.com/Fathan Radityasanimobil kursus mengemudi

JAKARTA, KOMPAS.comBelajar mengemudi sebaiknya ditemani oleh instruktur dan menggunakan mobil yang khusus. Jika memakai mobil biasa, khawatir malah bisa membahayakan pengemudi tersebut, apalagi jika latihan di tempat yang tidak aman.

Secara umum, mobil untuk kursus mengemudi memiliki pedal rem pada sisi kiri atau tempat instruktur duduk. Namun mobil yang digunakan untuk kursus mengemudi ini sudah diatur dalam keputusan Menteri Perhubungan.

Menurut Keputusan Menteri Perhubungan KM. 36 Tahun 1994 Pasal 11 Tentang Pendidikan Mengemudi Kendaraan Bermotor, penyelenggara pendidikan mengemudi diwajibkan untuk menggunakan kendaraan bermotor yang dilengkapi:

Baca juga: Mengenal Bus Engkel, Bus Kecil dengan Sasis Truk

spion tambahan mobil kursusKompas.com/Fathan Radityasani spion tambahan mobil kursus

1. Tanda bertuliskan latihan yang jelas kelihatan dari depan dan dari belakang kendaraan bermotor

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Rem tambahan yang dioperasikan oleh instruktur

3. Tambahan kaca spion belakang dan samping khusus untuk instruktur.

Training Director The Real Driving Centre, Marcell Kurniawan mengatakan, secara eksterior, mobil untuk kursus mengemudi tidak memiliki banyak perbedaan dengan mobil biasa. Hanya ditambah informasi bertuliskan mobil latihan.

Baca juga: Data Telemetri Membuktikan Zarco Tidak Bermaksud Jahat

“Bentuknya eksteriornya sama seperti biasa, namun harus ditambahkan informasi sebagai mobil latihan. Penambahan tulisan latihan biasanya sudah cukup dan tambahan spion khusus untuk instruktur,” kata Marcell kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Marcell menambahkan, adanya perbedaan warna pelat mobil latihan dengan mobil biasa disesuakan dengan Peraturan Daerah (Perda) dari masing-masing daerah. Ada yang harus memakai pelat berwarna kuning, ada juga yang hitam.

“Setiap kota berbeda, tergantung perda yang berlaku. Contohnya di DKI Jakarta menggunakan plat kuning, sedangkan di Jawa Barat boleh menggunakan mobil plat hitam,” ucap Marcell.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X