Mobil Matik Lewati Tanjakan Curam dan Kondisi Macet, Ini Triknya

Kompas.com - 05/08/2020, 16:41 WIB
Kondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang. kompas.com/ syahrul munirKondisi tanjakan dan turunan jalur darurat jembatan Kali Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang, pada hari pertama fungsionaliasi ruas tol Salatiga-Kartasura, Jumat (8/6/2018) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudi mobil matik khususnya di daerah pegunungan memang membutuhkan trik tersendiri. Kontur jalan yang naik turun serta permukaan yang tidak selalu mulus menjadi faktor yang menyebabkan mengemudi di daerah tersebut tidak semudah mengemudi di perkotaan.

Bagi pengemudi pemula, salah satu bagian yang paling sulit saat mengemudi mobil matik di daerah pegunungan adalah ketika menghadapi tanjakan.

Menaiki tanjakan akan membuat mesin, transmisi, ban, dan rem mendapat kerja ekstra. Terutama dalam kondisi macet, di mana pengemudi akan mengalami situasi stop and go, yaitu harus berhenti dan berjalan secara konstan.

Agar tidak menimbulkan masalah pada kendaraan dikemudian hari, Service Head Auto2000 Bekasi, Sapta Agung Nugraha, memberikan beberapa tips bila menghadapi kondisi tersebut.

Baca juga: Kawasaki ER-6n Streetfighter Terinspirasi dari Bugatti Veyron

Hal utama yang harus diperhatikan oleh pengemudi mobil matik adalah jangan terus membiarkan tuas transmisi berada pada posisi Drive (D). Wajib bagi pengemudi untuk memindahkan tuas ke posisi Low (L) dan atau 2 (khusus mobil yang menyediakan).

Tuas transmisi otomatik.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tuas transmisi otomatik.

“Gunakan transmisi 2 untuk bisa berjalan dengan mudah. Selain itu, jika tanjakan semakin curam bisa menggunakan posisi L,” ujar Sapta saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Posisi L itu ibarat gigi 1 pada mobil manual. Posisi ini baik digunakan untuk tanjakan yang sangat curam atau ketika terjebak macet dan berjalan merayap di tanjakan.

Baca juga: Amankah Mobil Minum Bensin Eceran?

Tetapi bila saat menanjak mobil kemudian tidak kuat untuk terus naik, Sapta menyarankan pengemudi untuk tidak terus memaksakan menginjak gas. Namun berhenti sejenak untuk mendapatkan akselerasi atau tenaga baru.

Tidak lupa Sapta mengingatkan, untuk tetap memasang rem tangan sebelum berakselerasi untuk menghindari mobil meluncur ke bawah.

“Secara perlahan, mulai injak pedal gas dan lepaskan rem tangan untuk maju,” katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X