Depok Siap Terapkan Tilang Elektronik, Ini Lokasinya

Kompas.com - 05/08/2020, 13:31 WIB
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok berencana untuk menerapkan sistem tilang atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) di beberapa wilayah Kota Depok mulai September 2020.

Wakasatlantas Polrestro Depok Kompol Untung menyampaikan, hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kepatuhan berlalu lintas. Pasalnya, kesadaran pengendara untuk taat aturan di wilayah tersebut dianggap rendah.

"Kedisiplinan masyarakat kita masih rendah. Oleh karena itu, kami mengantisipasi, berkerja sama dengan Pemkot Depok, bulan depan kami berencana meluncurkan pemberlakuan tilang elektronik," katanya, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Berlaku 6 Agustus 2020, Ini Titik Lokasi Kamera Tilang Elektronik

Warga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

Namun sebelum diterapkan untuk umum, pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan Satlantas Polrestro Depok harus melakukan kajian terlebih dahulu bersama sejumlah steakholder terkait.

“Tim dari jajaran Polda Metro Jaya sudah melakukan peninjauan di titik-titik yang akan dilakukan pemasangan kamera ETLE, salah satunya di simpang Juanda-Margonda,” kata Untung lagi.

“Sebelum pemberlakuan tilang elektronik atau ETLE, terlebih dahulu kami pasang sejumlah kamera cctv di sejumlah lampu merah jalan protokol Depok,” lanjutnya.

Kemudian, wilayah lainnya yang masuk rencana untuk diberlakukan ETLE adalah Cimanggis, Depok.

Baca juga: Ingat Hari Ini Terakhir Sosialisasi Ganjil Genap, Besok Mulai Ditilang

Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan pengecekan saat tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem drive thru kepada pengguna kendaraan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan pengecekan saat tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem drive thru kepada pengguna kendaraan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya.

Adapun mekanisme pengurusan tilang elektronik sendiri yaitu pengendara dan pelat nomor kendaraan akan terekam sehingga pihak Polda Metro Jaya dapat memvefirikasi data pemilik kendaraan dalam waktu tiga hari.

Kemudian polisi mengirimkan surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan. Dalam surat itu dilampirkan bukti pelanggaran yang sudah dilakukan oleh pengendara.

Selanjutnya, pemilik kendaraan mengonfirmasi pelanggaran dan kepemilikan kendaraan kepada polisi dalam tempo lima hari setelah pemberitahuan. Kemudian pelanggar mesti bertanggungjawab sesuai hukum yang berlaku.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X