Mobil Jarang Dipakai, Sebaiknya Aki Dicabut atau Tidak?

Kompas.com - 25/07/2020, 12:41 WIB
Kondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta. KOMPAS.COM/Ari PurnomoKondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak perusahaan yang masih menerapkan bekerja dari rumah atau work from home ( WFH) di tengah pandemi Covid-19, membuat intensitas penggunaan kendaraan roda empat juga akan berkurang.

Mobil yang jarang digunakan bukan berarti akan lebih awet dibandingkan yang sering digunakan.

Justru sebaliknya, kendaraan yang lebih sering dipakai akan lebih bagus untuk menjaga komponen yang ada, salah satunya adalah aki.

Sumber arus listrik dan penghidup mesin mobil itu harus mendapatkan pasokan arus untuk menjaga kondisinya agar tetap prima. Lalu bagaimana jika mobil jarang digunakan, apakah perlu mencabut akinya atau tidak?

Baca juga: 4 Tempat Parkir Mobil yang Harus Dihindari, Ini Alasannya

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi menjelaskan, jika mobil jarang digunakan dalam waktu yang lama sebaiknya kabel aki dilepas.

Ilustrasi perawatan aki pada mobilpersonal.neacelukens.com Ilustrasi perawatan aki pada mobil

Hal ini untuk menghindari tersedotnya arus listrik pada aki karena pemakaian beberapa fitur seperti alarm dan juga yang lainnya.

“Mobil ditinggal dan tidak digunakan sementara aki masih tersambung maka lambat laun akinya juga akan soak. Ini disebabkan adanya fitur yang masih tetap menggunakan arus listrik dari aki,” ujar Didi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dengan mencabut kabel aki, Didi mengatakan, bisa menghindarkan dari kondisi aki yang soak saat mobil akan digunakan.

Baca juga: Mengapa Mesin Mobil Bisa Ngelitik?

“Jika mobil akan digunakan kembali baru kabel aki bisa kembali dipasang, ini untuk menghindari agar aki tidak soak,” katanya.

Selain aki, Didi menambahkan, tidak perlu ada komponen lain yang perlu dilepas. Cukup dengan melepas akumulator saja maka kelistrikan akan terjaga.

Teknik jumper aki mobil.Ghulam/Otomania Teknik jumper aki mobil.

“Tidak perlu ada (komponen lain) yang dilepas, hanya akinya saja,“ ucapnya.

Tetapi, sebelum melepas aki Didi menyarankan agar tetap memperhatikan buku panduan perawatan mobil.

Baca juga: Ini Sanksi Jika Lupa Bawa SIM Saat Kena Razia Operasi Patuh 2020

Mengingat, setiap mobil mempunyai teknologi yang berbeda sehingga saat aki dilepas bisa saja berpengaruh pada elektronik yang ada di dalamnya.

“Bisa terjadi reset, misalkan auto power window, auto backdoornya. Dan itu perlu dilakukan setting ulang, ada yang bisa diinisialisasi sendiri tapi ada yang harus menggunakan alat scanning di bengkel,” tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X