Saat Parkir Mobil Sebaiknya Aktifkan Rem Tangan atau Tidak?

Kompas.com - 14/07/2020, 12:02 WIB
Kondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta. KOMPAS.COM/Ari PurnomoKondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik mobil mempunyai kebiasaan tersendiri saat memarkirkan kendaraannya agar tetap diam saat berada di parkiran.

Ada yang masih konsisten menggunakan rem tangan untuk menahan mobil agar tidak bergerak, tetapi ada juga juga memasukkan gigi perseneling.

Bahkan untuk mobil yang terparkir cukup lama ada yang menggunakan balok kayu untuk mengganjal ban.

Beragam cara itu dilakukan tentunya dengan berbagai alasan yang dipercaya oleh para pemilik mobil.

Baca juga: Tidur di Dalam Mobil Sebaiknya Kondisi Mesin Hidup atau Mati?

Mulai menjaga komponen mesin agar lebih awet dan untuk memastikan keamanan kendaraan selama berada di tempat parkir.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, selama parkir sebaiknya tetap menggunakan handbrake.

Ilustrasi tuas rem tanganStanly/KompasOtomotif Ilustrasi tuas rem tangan

Penggunaan rem tangan tersebut, kata Suparna, tidak akan berpengaruh atau merusak komponen tersebut bahkan saat mobil terparkir cukup lama.

“Sebaiknya saat parkir tetap menggunakan rem tangan. Kalau terlalu lama memang bisa menyebabkan macet, tetapi kalau itu tidak terlalu lama banget tidak terlalu masalah,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurutnya, menggunakan handbrake saat parkir akan membuat lebih mobil lebih aman karena ditahan oleh rem tangan tersebut.

Suparna juga menyarankan agar pemilik kendaraan menghindari memasukkan gigi perseneling saat mobil terparkir.

Baca juga: Begini Cara Menghilangkan Bakteri di Kabin Mobil

Meskipun ada sebagian pemilik kendaraan percaya dengan menggunakan gigi transmisi untuk menahan gerak mobil bisa memperpanjang usia komponen.

Padahal, cara tersebut cukup berbahaya pasalnya kadang pengguna kendaraan tidak teliti melakukan persiapan sebelum menyalakan mesin.

Transmisi manual Wuling Confero. Istimewa Transmisi manual Wuling Confero.

Sehingga, jika posisi transmisi masuk atau tidak netral bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Beberapa peristiwa terjadi bahwa saat parkir dengan memasukkan gigi persneling orang yang memakai berbeda, sehingga saat mobil distarter mobil meloncat dan bisa juga menimbulkan kecelakaan,” ucapnya.

Maka, Suparna menambahkan, itulah kenapa parkir dengan memasukkan gigi persneling sangatlah tidak aman.

Potensi bahaya bisa terjadi itu tidak hanya pada sang pengemudi saja, tetapi juga orang lain yang ada di sekitar mobil.

Baca juga: Helm Harus Rajin Dicuci untuk Cegah Corona, Begini Caranya

“Kecuali kalau mobilnya matik memang prosedurnya berbeda, kalau matik posisinya kan harus pada P. Kalau mobil manual tidak disarankan jika melihat perilaku pengemudi di Indonesia,” ujarnya.

Kemudian jika parkir menggunakan pengganjal seperti balok kayu menurut Suparna juga bisa berbahaya.

Hal ini karena bukan tidak mungkin ganjal bisa meleset dan mobil bisa bergerak dengan sendirinya.

“Kalau ganjalnya meleset bisa berbahaya, kalau dimasukkan gigi satu lupa langsung distarter juga bisa berbahaya mobil bisa meloncat. Jadi saran saya tetap menggunakan hand brake,” kata Suparna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X