Bukan Cuma Main HP, Ini yang Tak Boleh Dilakukan Saat Mengisi BBM

Kompas.com - 14/07/2020, 10:12 WIB
Petugas mengisi BBM ke kendaraan pemudik menggunakan derigen yang berisi 10 liter Pertamina Dex di Rest Area KM 420 tol fungsional Batang-Semarang, Jumat (22/6/2018) sore. KOMPAS.com/NAZAR NURDINPetugas mengisi BBM ke kendaraan pemudik menggunakan derigen yang berisi 10 liter Pertamina Dex di Rest Area KM 420 tol fungsional Batang-Semarang, Jumat (22/6/2018) sore.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktivitas mengisi BBM sebetulnya merupakan kegiatan yang berisiko tinggi dan berbahaya, terutama jika terjadi kelalaian pada prosesnya. Karena beberapa penyebab, bahan bakar bisa tersulut hingga menyebabkan kebakaran.

Paimin, Kepala SPBU Pertamina MT Haryono di Jakarta Timur, mengatakan, penggunaan ponsel atau handphone di area SPBU dilarang karena dapat menyebabkan kebakaran.

Menurutnya, potensi kebakaran yang dimaksud berasal dari energi listrik statis yang timbul dari ponsel, komponen ini dapat bertemu dengan uap bensin dari nozzle ataupun tangki bahan bakar.

Baca juga: Komentar Asosiasi Parkir Soal ZX-25R Tidak Bisa Masuk Parkiran Moge

Ilustrasi berhenti merokok.Nopphon_1987 Ilustrasi berhenti merokok.

Munculnya percikan api dari listrik statis yang mengalir dari ponsel, dapat menyulut uap bensin hingga menyebabkan kebakaran.

Selain bermain ponsel, Paimin menambahkan, masih ada beberapa penyebab terjadinya kebarakan di SPBU.

“Merokok sangat berbahaya, karena ada sedikit saja bara api dari rokok dapat memicu kebakaran hebat,” ucap Paimin, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Sah! Pol Espargaro Gantikan Marquez di Repsol Honda

Kondisi rest area Km 166 Tol Cipali pada Rabu (15/1/2020).KOMPAS.com/Ruly Kondisi rest area Km 166 Tol Cipali pada Rabu (15/1/2020).

“Karena di sekitar area SPBU terdapat uap bensin dan terkadang terdapat tetesan bahan bakar di lantai,” katanya.

Di samping itu, memotret menggunakan flash ternyata juga bisa memicu kebakaran. Pasalnya sinar flash dari kamera dapat menghasilkan sinar UV dan panas.

Dalam kondisi yang ideal, ketika uap bahan bakar bertemu dengan udara yang cukup, maka kilatan lampu flash dapat memicu kebakaran.

“Kondisi mesin yang masih menyala juga bisa memicu kebakaran, soalnya di dalam mobil ada banyak aliran listrik. Jika terjadi konsleting, aliran listrik saat mesin menyala dapat memicu timbulnya api,” ujar Paimin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X