Selama Pandemi, Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan Tetap Wajib Datang ke Samsat

Kompas.com - 26/06/2020, 15:02 WIB
Fasilitas cek fisik mobil dianggap kurang besar sehingga menimbulkan antrean panjang di Samsat Kebon Nanas, Selasa (12/12/2017) stanlyFasilitas cek fisik mobil dianggap kurang besar sehingga menimbulkan antrean panjang di Samsat Kebon Nanas, Selasa (12/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Di masa pandemi Covid-19 atau virus corona, masyarakat diminta untuk sebisa mungkin berada di rumah. Termasuk dalam membayar pajak kendaraan juga bisa dilakukan di rumah secara virtual atau online.

Namun, hal tersebut berlaku untuk pajak kendaraan yang sifatnya tahunan. Sementara untuk pajak kendaraan yang wajib dibayar setiap 5 tahun, masyarakat tetap diminta untuk datang ke Samsat.

Baca juga: Begini Cara Melihat Pajak Progresif di STNK

Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya, mengatakan, aturan terkait dengan masalah perpanjangan STNK, ada salah satu persyaratannya hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor. Sehingga, kendaraan tersebut wajib dihadirkan.

Seorang warga berjalan menuju Kantor Samsat Kota Tegal di Jalan Kapten Sudibyo Kota Tegal Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Seorang warga berjalan menuju Kantor Samsat Kota Tegal di Jalan Kapten Sudibyo Kota Tegal Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020)

"Namun, untuk perpanjangan STNK didominasi oleh pembayaran pajak tahunan. Kalau yang lima tahun, kan tidak sebanyak yang tahunan. Selama ini, kami terus menerapkan protokol kesehatan," ujar Martinus, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Martinus menambahkan, dengan kondisi sekarang, tidak berarti hal yang prinsip yang sifatnya dasar sesuai aturan Undang-Undang jadi dikesampingkan. Maka dari itu, pihak kepolisian membuka kanal-kanal pembayaran pajak yang bisa membuat situasi di Samsat tidak terlalu berkerumun.

Baca juga: STNK Hilang, Begini Cara Mengurus dan Syaratnya

"Sehingga, masyarakat bisa memanfaatkan pembayaran pajak melalui virtual. Bisa dengan Samolnas, di DKI Jakarta ada e-Samsat, di Jawa Barat ada Sambara, dan lainnya. Selain itu, ada juga layanan drive thru. Jadi, orang tidak perlu turun," kata Martinus.

Jadi, untuk cek fisik nomor rangka dan nomor mesin, mobil tetap perlu dihadirkan. Sebab, itu merupakan bukti identifikasi kepolisian.

"Di Samsat, kita sudah menerapkan protokol kesehatan sejak awal-awal pandemi. Tiap Samsat ada alat cuci tangan, penyediaan cairan antiseptik, penyemprotan disinfektan, kemudian pengecekam suhu. Di tiap ruangan juga diberi tanda garis agar orang bisa menjaga jarak," ujar Martinus.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X