Salah Satu Fungsi Nyalakan Lampu Motor di Siang Hari

Kompas.com - 26/06/2020, 14:11 WIB
Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia termasuk salah satu negara yang mewajibkan pengendara sepeda motor menyalakan lampu di siang hari. Diklaim hal ini dapat menurunkan risiko kecelakaan di jalan pada siang hari.

Agus Sani, Head of Safety Riding Wahana, Main Dealer Honda Jakarta-Tangerang, mengatakan, menyalakan lampu di siang hari punya beberapa manfaat, salah satunya yakni lebih terlihat kendaraan besar seperti bus dan truk.

Baca juga: Jangan Asal Ganti Lampu Motor, Pahami Dulu Aturannya

Motor standar yang diubah menjadi cafe racerKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Motor standar yang diubah menjadi cafe racer

"Fungsi lampu menyala yaitu dapat lebih meningkatkan kewaspadaan pengendara lain terutama kendaraan besar jika melihat dari kaca spion, karena pantulan dari lampu akan meningkatkan refleks mata pengendara lain menjadi lebih waspada," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Selain di Indonesia, beberapa negara lain juga menerapkan aturan menyalakan lampu motor di siang hari. Aturan tersebut atau dalam hal ini pemakaian daytime running light (DRL) di siang hari sudah diterapkan di Eropa sejak 2011.

Selain di Eropa, aturan ini juga diterapkan di Amerika Serikat. Termasuk juga di Australia, dan kemudian menyebar ke negara-negara lain seperti Asia, salah satunya Indonesia.

"Jika menyalakan lampu pengendara lain menjadi lebih waspada dan mudah melihat kendaraan lainnya dalam berkendara, sehingga kita (pengendara) menjadi lebih aman," katanya.

Presiden Joko Widodo (tengah) mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras. Presiden Joko Widodo (tengah) mengendarai motor Copper saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). Kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Nunukan diantaranya untuk meninjau proyek jalan Trans Kalimantan, program padat karya, dan meninjau Pos Lintas Batas Negara Indonesia-Malaysia.

Baca juga: Atur Ketinggian Lampu Motor, Jangan Bikin Orang Lain Silau

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Minesota Departemen of Transport AS, motor tanpa DRL punya risiko 73 persen kecelakaan lebih besar dan 48 persen kematian lebih tinggi ketimbang yang pakai DRL.

Berdasarkan evaluasi Institut Nasional Perancis dalam penelitian transportasi dan keselamatan, kecelakaan fatal pemotor yang memakai DRL pun turun 58 persen ketimbang yang tidak memakai DRL.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X