Ingat, Kelebihan Muatan pada Kendaraan Berpotensi Gugurkan Asuransi

Kompas.com - 25/06/2020, 19:21 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil terbalik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Membawa barang bawaan atau jumlah penumpang yang melebihi kapasitas maksimal daya angkut mobil dapat menggugurkan pertanggungan atau asuransi kendaraan bermotor.

Hal ini dikarenakan adanya peningkatan risiko kecelakaan yang dilakukan secara sengaja oleh tertanggung (pemilik kendaraan) dengan cara berkendara dalam keadaan muatan berlebih.

Sebagaimana diketahui, pada kondisi tersebut keseimbangan mobil akan terganggu ketika melaju, berkurangnya tekanan angin pada ban, menurunnya kekuatan pada mesin sehingga membuat penggunaan BBM lebih boros, dan memperpanjang jarak pengereman.

Baca juga: Beralih Fungsi Jadi Taksi Online, Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur

Buku tulis, kaos, syal dan baby kit memenuhi kabin bagasi Mercedes Benz S600 Pullman Guard.Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado Buku tulis, kaos, syal dan baby kit memenuhi kabin bagasi Mercedes Benz S600 Pullman Guard.

Lebih berbahaya lagi jika membawa muatan barang berlebih di atas mobil dengan kondisi tidak tertutup rapat dan terikat kencang. Pastinya, titik keseimbangan mobil akan berubah, membuat mobil jadi lebih sulit dikendalikan.

"Maka, sesuai dengan yang tercantum pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), ketika kendaraan tersebut mengalami kecelakaan, pihak asuransi tidak dapat membantu untuk klaim asuransi," tulis manajemen PT Asuransi Astra Buana dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).

Ilustrasi roofbox dengan mobil yang sudah menggunakan roof railStanly/Otomania Ilustrasi roofbox dengan mobil yang sudah menggunakan roof rail

Contoh lainnya, bila kecelakaan terjadi pada mobil tujuh seater, namun ketika dilakukan pengecekkan ternyata penumpang di dalam mobil terdapat 12 orang, maka klaim asuransi akan ditolak.

“Kelebihan muatan dari kapasitas kendaraan yang telah ditetapkan oleh pabrikan jika hal tersebut tidak diatur oleh pihak yang berwenang,” jelas bunyi PSAKBI Bab II Pengecualian Pasal 3 ayat 1.4.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X