Beralih Fungsi Jadi Taksi Online, Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur

Kompas.com - 20/06/2020, 12:18 WIB
PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Grab Indonesia meluncurkan 20 mobil listrik Hyundai Ioniq di Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019) PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Grab Indonesia meluncurkan 20 mobil listrik Hyundai Ioniq di Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengalihan fungsi mobil pribadi menjadi taksi online dapat menggugurkan perlindungan dari pihak ke-3 atau asuransi yang menempelnya.

Hal ini dikarenakan adanya perubahan risiko pada penggunaan kendaraan lantaran perubahan status sebagai mobil komersial. Oleh karenanya, pemegang polis asuransi patut melaporkan dengan segera jika ada perubahan serupa.

"Perubahan fungsi ini harus segera dilaporkan kepada pihak asuransi. Jika tidak, maka akan ada risiko tertolaknya klaim bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan," kata Manajemen PT Asuransi Astra Buana dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Setiap Mobil Wajib Simpan APAR?

Asuransi mobilutah778 Asuransi mobil

Ketentuan tersebut berdasarkan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 4 mengenai definisi yang membedakan penggunaan mobil pribadi dengan penggunaan mobil komersial.

Di sana, tertulis bahwa penggunaan pribadi adalah penggunaan kendaraan bermotor untuk kepentingan angkutan pribadi pengguna kendaraan.

Sedangkan penggunaan komersial adalah penggunaan kendaraan bermotor untuk disewakan atau menerima balas jasa.

Ilustrasi aman menggunakan taksi onlineShutterstock.com Ilustrasi aman menggunakan taksi online

Manajemen Asuransi Astra melihat masih banyak orang yang tergiur oleh bisnis taksi online, bahkan tidak sedikit sopir-sopir taksi konvensional yang keluar dan mengambil kredit mobil pribadi demi bergabung ke bisnis taksi online.

“Biasanya pemilik mobil yang membeli secara kredit telah sepaket dengan asuransi mobil, namun dalam paketan tersebut jika mobil yang Anda beli masih terdaftar sebagai mobil pribadi, Anda perlu melapor ke pihak asuransi segera bahwa mobil yang Anda gunakan akan beralih fungsi menjadi mobil komersial,” katanya lagi.

Baca juga: Pasar SUV Murah Anjlok, Dominasi Rush-Terios Disalip XL7

Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Jika pemilik mobil tidak melaporkan kepada pihak asuransi, jangan kaget bahwa pihak asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas kendaraan bermotor dan atau tertanggung. Sebab, pemilik mobil dianggap sudah ingkar janji.

Adapun salah satu penyebab mobil yang digunakan sebagai taksi online punya risiko lebih tinggi dibandingkan mobil pribadi adalah frekuensi penggunaan kendaraannya.

Pada mobil yang memiliki tujuan untuk komersial, penggunaannya lebih tinggi sehingga berbagai risiko kerugian yang mungkin terjadi (probabilitas) jadi semakin besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X