Bus Pariwisata Masih Berjuang Hadapi Pandemi

Kompas.com - 25/06/2020, 19:01 WIB
Bus Pariwisata langlang buana tourBus Pariwisata

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyebaran virus corona masih saja berlangsung di Indonesia. Salah satu usaha yang terkena dampak dari virus corona yaitu perusahaan otobus (PO) pariwisata.

Semenjak awal kemunculan pasien positif corona di Indonesia pada awal Maret, pemerintah sudah mengimbau agar tidak bepergian dan di rumah saja. Oleh karena itu banyak yang membatalkan penyewaan bus pariwisata pada bulan Maret dan April.

Lalu dengan kondisi sekarang, di mana beberapa lokasi wisata sudah kembali beroperasi dengan melakukan protokol kesehatan, apakah PO pariwisata sudah menerima pesanan bus untuk disewakan?

Baca juga: Jangan Hidupkan atau Matikan AC Saat RPM Mesin Tinggi

bus pariwisataKompas.com/Fathan Radityasani bus pariwisata

Pemilik Salman Holiday Group, Fajar Shalman Alfariz mengatakan, kondisi PO pariwisata sampai saat ini belum membaik, masih tidak ada pemesanan bus untuk wisata.

“Dari Februari sampai saat ini belum ada yang memesan bus untuk kebutuhan pariwisata,” kata pria yang biasa disapa Salman saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Salman juga mengatakan, dalam menghadapi pandemi ini hanya bisa bersabar, karena tidak bisa mengadu ke siapa-siapa. Begitu juga yang dirasakan Pemilik PO Sumbe Alam, Anthony Steven Hambali.

Baca juga: Ganjil Genap Jakarta Tinggal Tunggu Tanggal Main

Anthony mengatakan, sampai saat ini armada untuk pariwisatanya juga belum ada yang menyewa. Selain itu juga Anthony masih menunggu kebijakan selanjutnya terkait dibukanya beberapa tempat wisata dengan protokol kesehatan.

“Menunggu tanggal satu Juli nanti, apakah akan ada kelonggaran lagi atau tidak. Karena beberapa objek wisata juga sedang persiapkan protokol kesehatan,” ucap Anthony kepada Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X