Kenapa Bus Gratis dari BPTJ Hanya Senin Pagi dan Jumat Sore?

Kompas.com - 16/06/2020, 16:11 WIB
Sejumlah penumpang tampak duduk berjarak di dalam layanan bus gratis tujuan Jakarta, di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah penumpang tampak duduk berjarak di dalam layanan bus gratis tujuan Jakarta, di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi pelonjakan jumlah penumpang pada layanan KRL. Hal tersebut dikhawatirkan malah menyebabkan virus corona tetap berlangsung karena tidak adanya jarak antar penumpang di kereta.

Sebagai alternatif dari kereta, Pemerintah Provinsi Jakarta, Pemerintah Kota Bogor, dan Kementerian Perhubungan menyediakan bus gratis untuk penumpang kereta demi terjadinya pengurangan jumlah penumpang KRL.

Disediakan 82 unit bus untuk melayani perjalanan dari berbagai titik di Bodetabek menuju beberapa stasiun di Jakarta. Layanan ini pun hanya ada pada hari Senin pagi untuk berangkat kerja dan Jumat sore dengan arah sebaliknya.

Baca juga: Investasi Pabrik Mesin Xpander Batal, Nissan Angkat Tangan

Kabin bus gratis dari BPTJBudi Rahardjo Kabin bus gratis dari BPTJ

Namun mengapa layanan ini hanya ada pada Senin pagi dan Jumat sore?

Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ), Budi Rahardjo mengatakan, pengadaan bus gratis yang hanya ada pada Senin pagi dan Jumat sore berdasarkan jumlah penumpang KRL pada waktu tersebut.

“Berdasarkan evaluasi pada waktu tersebut, jumlah pengguna KRL mengalami peningkatan. Khawatir ketentuan jaga jarak antar penumpang di stasiun dan KRL tidak terpenuhi,” ucap Budi dalam siaran resmi.

Baca juga: Usai Thailand, Begini Kabar Kehadiran Fortuner 2020 di Indonesia

Kemudian, mengingat layanan bus gratis bersifat dukungan, penumpang KRL diarahkan untuk memanfaatkan layanan KRL terlebih dahulu. Bus gratis baru dioperasionalkan jika terjadi penumpukan penumpang KRL.

Ketika ditanyai apakah bus gratis akan diadakan setiap hari, Budi mengatakan kalau hal tersebut butuh pertimbangan lebih lanjut. Selain itu, harus dibuat trayek baru kalau mau ada bus setiap hari yang melayani penumpang.

“Bus ini hanya alternatif dari KRL kalau penumpang terlalu penuh. Misalnya dengan KRL sudah terpenuhi dan tidak terjadi penumpukan penumpang, bus gratis tidak akan beroperasi,” kata Budi kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X