Perhatikan Tanda-tanda Mobil Wajib Spooring dan Balancing

Kompas.com - 16/06/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi spooring dan balancing roda mobil STANLY RAVELIlustrasi spooring dan balancing roda mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Komponen mobil memiliki peranan yang vital, salah satunya bagian kaki-kaki. Bagian yang satu ini tidak hanya untuk menunjang kenyamanan, tapi yang utama adalah keselamatan berkendara.

Kaki-kaki mobil perlu diperiksa secara berkala. Seiring dengan pemakaian, setelan roda bisa berubah dan mengakibatkan mobil kurang stabil.

Baca juga: Waspada, Efek Air Hujan Terhadap Kaki-kaki Mobil

Untuk membuat kaki-kaki mobil tetap dalam kondisi prima, biasa dilakukan dengan spooring dan balancing.

Ilustrasi proses spooring ban mobilliveabout.com Ilustrasi proses spooring ban mobil

Spooring dilakukan untuk meluruskan sudut-sudut geometri keempat ban agar kembali selaras. Sementara balancing, dilakukan untuk membuat putaran ban mobil lebih stabil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika mobil mulai sulit dikendarai atau setir terasa lari-larian, berarti ada masalah di bagian roda dan perlu disesuaikan kembali," kata Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Urut Kaki-kaki Mobil, Siapkan Rp 5 Jutaan

Deni menambahkan, cara paling mudah mengetesnya adalah saat berada di jalan lurus dan aspal rata, coba lepas lingkar kemudi. Jika kondisi mobil sehat, maka mobil akan melaju lurus.

Megembalikan sudut kemiringan roda yang idealviarohidinthea.com Megembalikan sudut kemiringan roda yang ideal

"Tapi bila ada masalah pada kaki dan ban, mobil akan bergerak sendiri ke kiri atau kanan," ujar Deni.

Menurut Deni, jika kondisi tersebut dibiarkan, ban bisa cepat rusak karena kemiringan dan titik tumpuan mobil berubah. Selain itu, berdampak juga pada ban habis yang tidak merata.

"Ban yang habisnya tidak merata terjadi karena ada bagian yang tertarik, makanya saat proses spooring atau balancing sebaiknya sambil dilakukan rotasi ban," kata Deni.

Deni mengingatkan, ban yang habisnya tidak merata juga sangat berbahaya. Sebab, risiko kecelakaan bagi pengendara maupun penumpang di dalam mobil menjadi lebih tinggi.

Namun, tidak ada patokan waktu yang baku untuk pemilik kendaraan melakukan spooring atau balancing. Jika mengacu anjuran pabrikan, perawatan ini sebaiknya dilakukan tiap enam bulan sekali atau 10.000 kilometer, mana yang dicapai lebih dulu.

"Patokannya kembali pada kenyamanan berkendara saja. Atau, ketika servis berkala sesekali lakukan pengecekan bagian kaki-kaki juga dan kembangan ban," ujar Deni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.