Starter Mobil Juga Ada Caranya, Jangan Asal!

Kompas.com - 01/06/2020, 11:02 WIB
Posisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjir WikipediaPosisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjir

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjaga kualitas mesin mobil tetap berjalan secara optimal tidak hanya dilakukan dengan rutin servis berkala, tetapi ada cara lain yang bisa dilakukan. Salah satunya, adalah cara menghidupkan mesin mobil dengan benar.

Ketika mau starter atau menyalakan mobil dan kondisi kunci sudah diposisi on, maka semua indikator pada speedometer akan menyala kemudian kembali ke normal.

Namun, banyak pengendara yang memiliki kebiasaan menghidupkan mobil tanpa menunggu lampu indikator pada mobil kembali ke posisi normal.

Baca juga: Kemendagri Tidak Larang Ojol Angkut Penumpang Saat New Normal

Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi, menjelaskan, hal tersebut bisa perpengaruh pada kerja motor starter.

speedometerStanly/Otomania speedometer

“Menyalakan mobil sebelum lampu indikator kembali ke normal sebenarnya bisa membuat kerja motor starter akan lebih berat saat dihidupkan, karena biasanya suplai bahan bakar belum naik,” ujar Anjar kepada Kompas.com.

Tidak hanya itu, bila langsung menghidupkan mobil saat lampu indikator pada speedometer belum kembali normal, maka sistem injeksi dan elektrik starter akan bekerja secara bersamaan. Hal ini bisa memicu aki cepat soak bila sering dilakukan, karena aki harus bekerja secara ekstra.

Baca juga: Kemenhub Siapkan 11 Titik Penyekatan Khusus SIKM, Ini Lokasinya

Tidak hanya itu, Anjar juga mengatakan, tidak mematikan AC dan audio ketika mematikan mesin mobil perlahan juga dapat merusak mesin mobil.

”Pada prinsipnya ketika mematikan mesin mobil, baik AC maupun audio sebaiknya juga ikut dimatikan. Jadi ketika mobil di nyalakan otomatis yang ada hanya beban mesin, tidak ada beban audio atau AC. Meskipun sebenarnya secara sistem komputer tidak serta merta menyala,” ujarnya.

Setidaknya dengan pola seperti ini, menurut Anjar, bisa menjaga kualitas mesin mobil baik ketika mesin mobil mati ataupun hidup. Selain itu, mesin mobil juga akan lebih stabil karena tidak terbebankan oleh audio atau AC ketika dinyalakan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X