Keinginan Pengusaha Bus Menjelang Kondisi New Normal

Kompas.com - 26/05/2020, 09:02 WIB
Suasana di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSuasana di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 masih menyebar di Indonesia. Pelarangan mudik membuat pengusaha otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) mengalami penurunan jumlah penumpang.

Walaupun bus AKAP tetap boleh beroperasi dengan trayek dan jumlah armada yang terbatas, penumpang yang berminat untuk menggunakannya tetap saja kurang. Seperti yang dikatakan Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Bus Sumber Alam.

“Akhirnya tidak ada (bus) yang mau masuk ke Terminal Pulogebang karena tidak ada penumpangnya,” kata Anthony kepada Kompas.com, Minggu (25/5/2020).

Baca juga: Kenali Dua Jenis Sarung Mobil agar Tak Rugi Kemudian Hari

Situasi di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (14/5/2020).Dokumentasi Terminal Terpadu Pulo Gebang Situasi di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (14/5/2020).

Penumpang yang datang ke terminal juga sedikit. Selain itu ada juga pemeriksaan dari petugas, penumpang harus memiliki hasil test Covid-19. Harapannya jika diterapkan the new normal, kendaraan angkutan penumpang bisa diberlakukan seperti biasa.

“Harapannya bisa diberlakukan normal saja dengan pembatasan kapasitas penumpang. Selain itu, surat sehat dari dokter/klinik sudah cukup sebagai syarat bepergian, tidak perlu tes Covid. Karena nyatanya saat ini malah banyak kendaraan gelap yang beroperasi membawa pemudik,” ucap Anthony.

Baca juga: Begini Langkah yang Benar Saat Mobil Mogok di Jalan Raya

Begitu juga yang dikatakan Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan pemilik PO SAN. Pria yang biasa disapa Sani ini mengharapkan agar mengembalikan peraturannya seperti awal berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Bus beroperasi sesuai dengan Surat Edaran 4 Gugus Tugas, namun di terminal disiapkan tim kesehatan, seperti yang ada di bandara,” ujar Sani kepada Kompas.com.

Dengan dimudahkan syarat bepergian namun tetap membatasi jumlah penumpang diharapkan bisa membuat bus AKAP bisa kembali beroperasi. Karena sudah hampir lima bulan, PO bus terus mengalami pengurangan pendapatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X