Salin Artikel

Keinginan Pengusaha Bus Menjelang Kondisi New Normal

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 masih menyebar di Indonesia. Pelarangan mudik membuat pengusaha otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) mengalami penurunan jumlah penumpang.

Walaupun bus AKAP tetap boleh beroperasi dengan trayek dan jumlah armada yang terbatas, penumpang yang berminat untuk menggunakannya tetap saja kurang. Seperti yang dikatakan Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Bus Sumber Alam.

“Akhirnya tidak ada (bus) yang mau masuk ke Terminal Pulogebang karena tidak ada penumpangnya,” kata Anthony kepada Kompas.com, Minggu (25/5/2020).

Penumpang yang datang ke terminal juga sedikit. Selain itu ada juga pemeriksaan dari petugas, penumpang harus memiliki hasil test Covid-19. Harapannya jika diterapkan the new normal, kendaraan angkutan penumpang bisa diberlakukan seperti biasa.

“Harapannya bisa diberlakukan normal saja dengan pembatasan kapasitas penumpang. Selain itu, surat sehat dari dokter/klinik sudah cukup sebagai syarat bepergian, tidak perlu tes Covid. Karena nyatanya saat ini malah banyak kendaraan gelap yang beroperasi membawa pemudik,” ucap Anthony.

Begitu juga yang dikatakan Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan pemilik PO SAN. Pria yang biasa disapa Sani ini mengharapkan agar mengembalikan peraturannya seperti awal berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Bus beroperasi sesuai dengan Surat Edaran 4 Gugus Tugas, namun di terminal disiapkan tim kesehatan, seperti yang ada di bandara,” ujar Sani kepada Kompas.com.

Dengan dimudahkan syarat bepergian namun tetap membatasi jumlah penumpang diharapkan bisa membuat bus AKAP bisa kembali beroperasi. Karena sudah hampir lima bulan, PO bus terus mengalami pengurangan pendapatan.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/05/26/090200915/keinginan-pengusaha-bus-menjelang-kondisi-new-normal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.