Mudik Lokal Saat Lebaran, Pengguna Kendaraan Wajib Taati Aturan PSBB

Kompas.com - 08/05/2020, 13:42 WIB
Nampak mobil yang berisi pemudik diputar balik ke daerah asal saat terjaring dalam operasi gabungan di titik check point Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, Selasa (5/5/2020) siang. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWINampak mobil yang berisi pemudik diputar balik ke daerah asal saat terjaring dalam operasi gabungan di titik check point Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, Selasa (5/5/2020) siang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melarang mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun sampai saat ini, belum ada larang untuk mudik lokal antar kawasan Jabodetabek.

Mudik lokal ialah silaturahmi ke rumah ke kerabat atau keluarga yang dekat. Biasanya warga asli Jakarta atau yang tinggal lama di Jakarta yang tidak perlu ke luar kota untuk bertemu keluarga guna rayakan Idul Fitri.

Baca juga: Ingat Lagi Aturan Boncengan Motor dan Penumpang Mobil di PSBB Jabar

“Tidak ada larangan kalau mudik antar-wilayah Jabodetabek, boleh melakukan pergerakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

Meski belum ada aturan soal larangan mudik lokal, Syafrin mengatakan, masyarakat harus mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku.

Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya, yaitu tidak lupa dengan protokol keselamatan, seperti memakai masker, mencuci tangan atau pakai sarung tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: Pengecekan Kendaraan Diperketat untuk Cegah Pemudik

“Harus dengan protokol yang ketat, misalnya pakai masker, cuci tangan setelah berinteraksi. Itu upaya kita untuk menghindari diri dari wabah corona,” katanya.

Untuk mobil, tetap dibatasi 50 persen dari kapasitas angkut dan penumpang berada di belakang. Adapun untuk motor boncengan maksimal dua orang dengan syarat pengendara dan pembonceng satu alamat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X