Jangan Jadi Biang Kerok, Pahami Etika Membunyikan Klakson di Jalan

Kompas.com - 07/05/2020, 03:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Klakson memang bisa menjadi alat komunikasi antar pengguna jalan. Namun, bukan berarti membunyikan klakson bisa dilakukan sesuka hati atau biasanya ketika emosi.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, di beberapa negara dengan sistem lalu lintas yang teratur, membunyikan klakson saat mengemudi bukan wujud komunikasi yang baik.

“Sebagai contoh di Jepang, hampir tidak ada yang membunyikan klakson kecuali ketika ingin menunjukan sikap ketidaksukaan terhadap cara berkendara pengemudi lain,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Deteksi Kesehatan Mesin dari Warna Asap Knalpot

Namun, yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Kebanyakan pengendara justru gemar membunyikan klakson ketika emosi, secara berlebihan. Kondisi ini semakin menggodok emosi dan akhirnya menimbulkan konflik di jalan yang bisa berujung tindak kriminal.

ilustrasi parkir mobil pararelwww.rgj.com ilustrasi parkir mobil pararel

“Klakson sebaiknya hanya dibunyikan di tempat-tempat tertentu, misalnya di rumah atau di area parkir, sehingga tidak akan mengganggu orang lain. Contoh, etika berklakson sudah diterapkan di K3 Migas (Kesehatan Keselamatan Kerja),” kata Sony.

Klakson satu kali ketika mau menghidupkan mesin, klakson dua kali pertanda mobil mau maju, klakson tiga kali pertanda mobil ingin mundur. Hal tersebut dilakukan untuk tanda buat keadaan sekitar.

Baca juga: Trik Mudah Hindari Modus Pencurian Pecah Kaca Mobil

Tidak hanya itu, Sony menambahkan, klakson itu seharusnya bersifat friendly atau bersahabat.

“Friendly artinya hanya membunyikan sekali dan hanya ditekan menggunakan jempol, bukan dipukul,” katanya.

Klakson juga sebaiknya tidak dibunyikan di tempat-tempat tertentu, seperti rumah ibadah, lingkungan sekolah atau saat melewati sebuah lingkungan yang sedang berduka cita.

“Memang salah satu fungsi klakson bertujuan untuk komunikasi dengan pengguna jalan lainnya. Tetapi, sebaiknya itu hanya dilakukan untuk memperingatkan pengendara lain jika ada hal yang mendesak atau bahaya,” ujar Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.