Kebiasaan Pengemudi Bus dan Truk yang Bisa Sebabkan Rem Blong

Kompas.com - 22/04/2020, 12:22 WIB
Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus biasanya dikarenakan oleh rem blong. Penyebab dari rem yang tidak bekerja dengan maksimal, bisa dikarenakan kebiasaan dan kelalaian pengmudi ketika mengendarai kendaraan niaga.

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengatakan, ada beberapa tindakan keliru yang dilakukan oleh pengemudi bus dan truk dalam mengoperasikan rem.

“Pertama, jika tromol dan kampas rem mengalami panas, selalu didinginkan dengan cara disiram dengan air,” kata Ahmad pada sesi kuliah di akun grup Telegram Indonesia Truckers Club beberapa waktu lalu.

Baca juga: Alasan Kenapa Dilarang Pasang Kaca Film Mobil Terlalu Gelap

Truk bernomor polisi B 9962 NYT alami kecelakaam lalu lintas usai menabrak truk di depannya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).Twitter @TMCPoldaMetro Truk bernomor polisi B 9962 NYT alami kecelakaam lalu lintas usai menabrak truk di depannya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).

Ahmad mengatakan, ketika tromol dan kampas rem yang panas disiram air, bisa menyebabkan perubahan bentuk pada tromol. Jika sudah berubah bentuk, potensi rem memudar/brake fading akan lebih tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Cara mendinginkan rem yang paling baik yaitu dengan istirahat sampai suhunya turun dengan alami, minimal 30 menit,” ucap Ahmad.

Perilaku yang kedua, pengemudi suka mengocok rem, baik yang sudah full air brake (FAB) ataupun yang masih hidrolik, menggunakan minyak rem.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran Berlaku mulai 24 April 2020

Jika mengocok pedal rem pada kendaraan yang FAB akan berpotensi menurunkan tekanan udara. Jika tekanan udara kurang dari 6 bar, pedal rem akan keras ketika diinjak.

“Kalau kendaraan yang masih menggunakan hidrolik atau semi air brake, ketika mengocok pedal rem, akan meningkatkan temperatur pada ruang master rem. Jika minyak remnya jelek, berpotensi terjadinya vapor lock,” ujar Ahmad.

Vapor lock atau angin palsu, yaitu saat minyak rem yang mendidih menghasilkan gelembung udara yang masuk ke master rem. Jadi yang mendorong kampas bukan tenaga hidrolik, melainkan udara kosong, sehingga tidak mampu mengerem dengan maksimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.