Sekolah Khusus Pengemudi Bus dan Truk Mutlak Dibutuhkan Indonesia

Kompas.com - 10/04/2020, 11:20 WIB
Truk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta. 
ANTARA/HO-Damkar JaktimTruk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.comTruk dan bus merupakan kendaraan besar yang memiliki banyak fungsi tetapi juga mematikan, jika tidak dikendalikan dengan baik dan benar. Pasalnya, mayoritas pengemudi kendaraan besar di Indonesia hanya berdasarkan pelajaran non-resmi, learning by doing alias autodidak.

Pentingnya fungsi kendaraan niaga ini, membuat mekanisme operasinya wajib dijaga ketat. Salah satunya, berkaitan dengan kualitas pengemudi yang bertanggung jawab mengendalikannya di jalan. 

Kualitas pengemudi wajib punya standar yang sama, kompetensi sampai keahlian dan kemampuan menguasai kendaraan berukuran besar. Tetapi yang terjadi di Indonesia, masih ada kecelakaan dari truk maupun bus yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), mengatakan, kalau pengemudi truk di Indonesia masih banyak yang belajar menyetir secara autodidak.

Baca juga: Kendaraan yang Tak Patuh Aturan Saat PSBB Jakarta Bakal Kena Tilang?

bus AKAP merek Sabar Menanti ini terperosok ke pinggir gunung setelah sang sopir tidak bisa merngendalikan mobil ditanjakan dengan kemiringan 17 derajatKOMPAS.com/ SUPARMAN SULTAN bus AKAP merek Sabar Menanti ini terperosok ke pinggir gunung setelah sang sopir tidak bisa merngendalikan mobil ditanjakan dengan kemiringan 17 derajat

Pengemudi truk belajarnya autodidak, biasanya dari kenek lalu jadi pengemudi. Oleh karena itu angka kecelakaannya tinggi. Sedangkan sekolah pengemudi khusus truk (dan bus) masih belum ada di Indonesia,” ucap Kyatmaja kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Padahal mengemudikan kendaraan besar seperti truk atau bus berbeda dengan mobil biasa. Butuh keahlian khusus untuk bisa dan aman saat mengemudikan truk dan bus. Sampai saat ini belum ada inisiasi untuk membuat sekolah mengemudi untuk kendaraan besar.

Baca juga: Motor Bebek yang Punya Warna Ini, Harganya Bisa Tembus Rp 150 Juta

“Regulasi terkait standar pengemudi truk juga belum ada, jadi belum ada inisiasi dari pemerintah untuk membuat sekolah mengemudi. Bersama dengan asosiasi dan pemerintah bisa membuat standar pengemudi truk yang baik,” kata Kyatmaja.

Dengan adanya regulasi tentang standar pengemudi truk dan bus yang baik dan aman, angka kecelakaan dari kendaraan besar bisa jadi berkurang. Kesadaran akan keselamatan berkendara untuk truk dan bus harus ditingkatkan lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X