Kenali Tanda Mobil Perlu Spooring dan Balancing

Kompas.com - 06/04/2020, 06:22 WIB
Ilustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif KompasOtomotifIlustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Apabila terjadi masalah pada kendaraan, biasanya ditandai dengan sejumlah gejala yang tidak biasa. Tanda-tanda ini bisa dirasakan para pemilik mobil ketika mengemudikannya di jalan.

Seperti halnya bagian kaki-kaki yang mengalami masalah, pastilah ada gejala yang dirasakan. Untuk masalah itu, biasanya disebabkan oleh berkurangnya keseimbangan dari kedua sisinya.

Baca juga: Saat WFH, Jangan Lupa Merawat Karet Wiper Mobil

Biasanya, perlakuan yang bisa diterapkan jika kaki-kaki mengalami gejala yang tidak normal, yakni dengan spooring dan juga balancing.

Spooring adalah meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil sepeda saat awal dari pabrikan atau sesuai dengan setingan dari pabrik.

Sedangkan balancing merupakan penyesuaian kembali kesetimbangan pada bagian titik atas dan bawah maupun bagian kanan dan kiri roda.

Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Kmbavarianautotechnik.com Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Km

Memperbaiki kesetimbangan roda ini biasanya dilakukan dengan menempelkan timah pada bagian pelek yang kurang setimbang sehingga bisa kembali seimbang.

Tetapi, pemilik mobil harus paham gejala yang ditimbulkan dua perlakuan tersebut tidaklah sama.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Pasang Baut Pelek Mobil Posisinya Miring

Sehingga, harus diketahui apakah mobil perlu dispooring atau hanya dilakukan balancing saja.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, untuk mobil yang butuh spooring biasanya ditandai dengan setir yang tidak nyaman, yaitu kemudi banting kiri dan ke kanan.

“Kalau saat dikendarai setir atau kemudi banting kiri atau ke kanan itu biasanya spooringnya,” katanya kepada Kompas.com belum lama.

Sehingga, jika mobil sudah menunjukkan gejala tersebut sebaiknya dilakukan spooring agar mobil kembali nyaman saat dikendarai dan tidak membahayakan.

Balancing roda perlu dilakukan rutin tiap 10.000 Km atau setiap merotasi ban mobil.KOMPAS.com/Dio Balancing roda perlu dilakukan rutin tiap 10.000 Km atau setiap merotasi ban mobil.

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal mengatakan, jika mobil perlu dibalancing ulang itu biasanya saat mobil dikendarai setir akan bergetar.

“Yang pasti akan terjadi getaran atau vibrasi pada kecepatan 60 km/jam ke atas, tergantung kendaraannya, bisa mulai 60, 70, 80 dan seterusnya. Makin tinggi kecepatan setir bergetar kekiri kekanan, biasa disebut tire shimmy,” ucapnya.

Baca juga: Bisakah Minyak Rem Mobil Dipakai untuk Motor?

Gejala ini biasanya disebabkan setelah mobil berganti ban atau pelek tanpa melakukan balancing. Sehingga, kesetimbangan roda yang sebelumnya sudah bagus kemudian menjadi berubah.

“Makanya perlu dibalancing agar kembali setimbang lagi,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X