Pabrik Motor Indonesia Siap Bantu Produksi Ventilator untuk Pasien Corona

Kompas.com - 03/04/2020, 18:04 WIB
Ilustrasi produksi AHM. Donny AprilianandaIlustrasi produksi AHM.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI), menyebut tengah melakukan persiapan untuk membantu pemerintah, dalam penanganan pasien terinfeksi virus corona atau covid-19, melalui produksi komponen alat medis ventilator.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) AISI Hari Budianto menyatakan, untuk bisa produksi komponen yang dibutuhkan pada alat bantu pernapasan itu, tidaklah sulit. Hanya saja, pihak asosiasi belum mendapat arahan lebih lanjut.

"Peran untuk memproduksi ventilator itu porsinya sudah diambil oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Saat ini, mereka sedang bicarakan bersama Kementerian Perindustrian, akademisi (terkait pendidikan dan penelitian), serta supplier. Tapi, kita dari AISI akan tetap support," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Industri Otomotif Indonesia Mulai Persiapan Produksi Ventilator

Yamaha R25 sedang dirakit di pabrik YIMM di Pulogadung.Youtube-Yamaha Motor Official Channel Yamaha R25 sedang dirakit di pabrik YIMM di Pulogadung.

"Dukungan kita adalah dalam hal supply chain. Sampai sekarang ini belum memproduksi, tapi kita bersiap jika nantinya diperlukan," lanjut Budi.

Maka, bila nanti dalam perjalanan produksi ventilator produsen memerlukan pasokkan selang, motor listrik, dan lain sebagainya, AISI siap beri bantuan.

"Misalkan untuk memproduksi ventilator produsen butuh motor listrik atau pasokkan selang, kita akan bantu. AISI siap support, termasuk di vendor-vendor kita," ujar Budi.

Imbauan produsen otomotif untuk memproduksi ventilator telah diungkapkan Kementerian Perindustrian ( Kemenperin), supaya pemberantasan virus corona di Indonesia semakin optimal.

Baca juga: Amankah Berkendara Motor di Tengah Maraknya Penyebaran Virus Corona?

 

Seorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKIALEX PLAVEVSKI Seorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut, kini sudah ada perusahaan otomotif dalam negeri yang mulai mengambil tindakan ke sana. Mereka akan menggandeng beberapa industri pemasok serta lembaga pendidikan dan penelitian terkait.

Meski belum disebutkan secara pasti rencana alokasi waktu penyelesaiannya, Putu memastikan bahwa Kemenperin akan mendukung penuh agar rencana itu bisa segera terwujud.

"Telah ada perusahaan industri otomotif yang menindaklanjuti bekerja bersama dengan industri suppliers otomotif untuk melakukan reversed enginering pengembangan prototype ventilator," katanya.

"Besok akan dibincangkan lebih lanjut antara Menteri Perindustrian dengan tim dan asosiasi (Gaikindo)," ujar Putu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X