Daftar Skenario Penutupan Akses Jalan Jabodetabek Bila PSBB Berlaku

Kompas.com - 02/04/2020, 14:22 WIB
Sejumlah petugas kepolisian memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan. MAULANA MAHARDHIKASejumlah petugas kepolisian memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ), resmi mengeluarkan Surat Edaran No.5 Tahun 2020 tentang Pembatasan Penggunaan Moda Transportasi untuk Mengurangi Pergerakan Orang dari dan ke wilayah Jabodetabek selama masa pandemi corona ( Covid-19).

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, surat tersebut bukan berarti aturan, melainkan hanya rekomendasi dari Kementerian Perhuhubungan ( Kemenhub) menyusul adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Artinya, bila daerah di Jabodetabek telah dinyatakan sebagai daerah PSBB oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), baru bisa menerapkan rekomendasi yang diberikan BPTJ.

Baca juga: Penjelasan Surat Edaran BPTJ Stop Transportasi Umum di Jabodetabek

Tapi perlu diketahui, dalam surat tersebut, bukan hanya pembatasan dan penghentian sementara untuk transportasi umum saja, tapi juga menutup sebagian atau menyeluruh sejumlah ruas jalan dari dan ke Jabodetabek.

"Jadi kalau dibaca detail, itu memberikan rekomendasi agar seluruh stakeholders mempersiapkan langkah-langkah untuk pembatasan bila Kemenkes menyetujui wilayah terkait sebagai PSBB. Intinya ini rekomendasi dan imbauan kepada pimpinan daerah," ujar Juru Bicara kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati, dalam penjelasanya, Rabu (1/4/2020).

Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

Sebagai informasi, dalam surat tersebut, direkomendasikan bila Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT), PT Jasa Marga untuk mengambil langkah pembatasan layanan operasional transportasi jalan tol dan arteri nasional.

Termasuk melarang sementara mobil penumpang dan bus untuk masuk ke jalan tol dari dan atau luar Jabodetabek, serta melarang mobil penumpang dan bus umum, sepeda motor memasuki jalan nasional dan provinsi, khususnya untuk tujuan perjalanan antar kota dan wilayah di Jabodetabek.

Baca juga: Ternyata Tren Keliling Jakarta, Di Mobil Aja Ada Positifnya

Untuk rincian jalan yang diskenariokan bakal ditutup sementara, antara lain ;

- Penutupan sementara akses ruas jalan tol dan arteri menuju arah selatan, pembatasan operasional kendaraan secara parsial atau menyeluruh pada akses Tol Ciawi dan Bogor, ramp on 1 dan 2, ramp on Cijago, jalur alternatif Cianjur-Bandung ( Cibubur-Jonggol) via Transyogi, Jalan Raya Bogor setelah Cibinong, dan Jalan Parung.

Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

- Penutupan sementara akses masuk tol dan arteri untuk pergerakan arah timur, pembatasan operasional kendaraan secara parsial atau menyeluruh pada akses Pintu Tol Kopo, arah Purwakarta dan Cipularang, semua ramp on ruas tol Jakarta- Cikampek.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X