Perlukah Menyemprotkan Cairan Disinfektan di Mobil dan Motor

Kompas.com - 01/04/2020, 10:12 WIB
Wakapolres Mojokerto Kompol David, mengenakan Helm virus corona saat menyemprotkan disinfektan dan sosialisasi bahaya Covid-19, Selasa (31/3/2020). KOMPAS.COM/DOK. POLRES MOJOKERTOWakapolres Mojokerto Kompol David, mengenakan Helm virus corona saat menyemprotkan disinfektan dan sosialisasi bahaya Covid-19, Selasa (31/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus covid-19 alias corona membuat banyak pihak berusaha untuk mengatasi wabah tersebut. Salah satu yang kini mulai merebak, ialah menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan.

Namun, sebelum menyemprotkan cairan disinfektan ke mobil atau motor, ada baiknya untuk mengetahui karakter virus corona. Hal ini supaya penanganannya aman, tepat dan tidak sia-sia.

Baca juga: Ada Bahaya Cairan Disinfektan pada Kendaraan Bermotor

Dokter Rumah Sakit Al Huda, Banyuwangi, Jawa Timur, Febrina Sugianto mengatakan, pada dasarnya penyemprotan disinfekta di kendaraan perlu tapi hanya pada bagian yang sering dipegang saja.

Penyemprotan disinfektan di wilayah Jakarta BaratDok. Humas Polres Jakarta Barat Penyemprotan disinfektan di wilayah Jakarta Barat

"Iya jadi cairan disinfektan perlu digunakan untuk permukaan yang sering dipegang, seperti gagang pintu atau setir. Tapi tidak perlu menyemprot ke udara, apalagi di bagian luar mobil," katanya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Febrina mengatakan, derdasarkan studi dari National Institute of Health di Amerika Serikat, kalau virus corona bisa bertahan 2-3 hari di atas plastik dan stainless steel bahkan 28 hari di suhu rendah.

" Virus ini bisa dinonaktifkan dalam satu menit hanya dengan disinfektasi. Gunakan alkohol 60-70 persen atau 0,5 persen hydrogen peroxide, atau bleach dengan 0,1 persen sodium hypoclorite," katanya.

Dokter Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, mengatakan, virus corona dilindungi oleh protein pada permukaannya yang melebur menjadi sel inang selama infeksi.

Baca juga: Dampak Corona, Disinfektan Jadi Protokol Baru di Bengkel Mobil

Daniel mengatakan jika ingin mencegah diri dari virus corona, cukup dengan sering cuci tangan dengan sabun yang memiliki kandungan chloride, triclosan, yang sudah terbukti bisa membunuh bakteri dan protein virus.

“Contoh natrium hipoklorit yang terdapat pada disinfektan, cairan pemutih dan alkohol bisa menghancurkan protein dan asam ribonukleat (RNA) dari virus,” katanya.

"Banyak yang salah kaprah, menggunakan cairan tersebut pada tubuh manusia untuk menghindari penyebaran virus, terutama cairan disinfektan. Cairan ini hanya diperuntukan untuk permukaan benda, bukan disemprotkan kepada manusia," ujar Daniel.

Terkait upaya tangkal virus corona pada interior mobil, Owner Vertue Concept, Edy, menganjurkan untuk membersihkan komponen kabin cukup menggunakan sabun bayi agar tak merusak.

"Selain mengandung Ph yang seimbang, sudah terbukti kandungannya bisa menghilangkan bakteri,” katanya.

Cara membuat pembersih dari bahan sabun bayi juga mudah, yakni dengan memotong kecil-kecil kemudian diblender setelah itu bisa dicampur menggunakan air.

“Penggunaannya juga cukup mudah, cukup dilap-lap saja untuk menjaga interior dan untuk yang berbahan kulit juga aman menggunakan bahan ini,” kata Edy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X