Bapenda DKI Sebut Pembayar Pajak Kendaraan Sebagai Pahlawan

Kompas.com - 01/04/2020, 07:42 WIB
Bayar Pajak Kendaraan di Telkomsel IIMS 2019 KOMPAS.com / Aditya MaulanaBayar Pajak Kendaraan di Telkomsel IIMS 2019
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada wacana soal keringanan pajak kendaraan bermotor ( PKB) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, tapi Badan Pendapatan daerah ( Bapenda) DKI Jakata tetap mengimbau masyarakat untuk menunaikan kewajibannya.

Terutama bagi warga DKI yang tak terdampak langsung wabah corona dan dalam waktu dekat memang sudah harus waktunya membayar PKB.

Sekretaris Bapenda DKI Jakarta Pilar Hendrani mengatakan, warga DKI yang tetap menunaikan kewajiban pajaknya dalam kondisi wabah corona layakanya seorang pahlawan. Pasalnya, ikut membantu pendapatan asli daerah (PAD) untuk kas kebutuhan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Beberapa Wilayah Bebaskan Denda Pajak Kendaraan, Jakarta Kapan?

"Untuk relaksasi denda pajak kendaraan bermotor memang sedang kami susun formulasinya, tapi kami ingatkan bagi pemilik kendaraan yang mau membantu dan jadi pahlawan di tengah corona bisa dilakukan dengan tetap membayar kewajibannya," ujar Pilar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Razia Pajak Kendaraan di PIKBAPENDA DKI Razia Pajak Kendaraan di PIK

Menurut Pilar, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memang sedang membutuhkan banyak sekali masukan dana guna penanggulangan bencana wabah corona.

Salah satu yang paling potensial berasal dari pendapatan PKB yang nantinya akan digunakan sebagai kas pembelian kebutuhan penanggulanan corona di Jakarta. Seperti alat pelindung diri (APD) tenaga medis, penyembuhan pasien, operasional rumah sakit, dan alat kesehatan lainnya.

Menurut Pilar, di tengah kondisi pelayanan Samsat yang operasinalnya dibatasi serta adanya kebijakan menjaga jarak dan work from home (WFH), banyak masyarakat yang akhirnya terhalang atau bahkan menunda membayar pajak.

Baca juga: Jokowi: Penangguhan Kredit Kendaraan Dimulai 1 April 2020

Suasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018).Dok. Samsat Jakarta Barat Suasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018).

Kondisi ini sebenarnya bukan menjadi halangan, lantaran untuk pembayaran masih bisa menggunakan sistem daring dari aplikasi Samsat online Nasional (Samolnas).

"Memang saat ini kami dorong melalui online agar tak terjadi kontak fisik, jadi pada intinya wajib pajak masih tetap bisa membayarkan PKB tanpa halangan meski nantinya akan ada keringanan denda bagi yang telat akibat corona," ujar Pilar.

"Pada prinsipinya kami mencari solusi yang terbaik, tapi untuk masyarakat yang ingin jadi pahlawan di saat seperti ini caranya bisa dengan tetap membayarkan kewajibannya," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X