Mobil Jarang Dipakai Bisa Cepat Rusak, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 27/03/2020, 15:12 WIB
Ilustrasi parkir mobil di terik matahari Stanly/OtomaniaIlustrasi parkir mobil di terik matahari
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada anggapan semakin sering mobil digunakan maka akan cepat rusak, sementara jika mobil jarang dipakai maka dapat memperpanjang usia pakainya. Benarkah anggapan tersebut?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, Jakarta Selatan, mengatakan, sejumlah komponen mobil punya usia pakai yang harus diganti secara rutin. Dipakai atau tidaknya sebuah mobil, perawatannya tetap sama.

“Misalnya oli, meski mobil tidak dipakai harus tetap diganti jika sudah enam bulan. Jadi bukan berarti kalau mobil disimpan, komponennya awet,” ujar Suparna, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengenal Kawasaki KR-1S, Motor Sport 250 cc Tercepat di Dunia

Beberapa jenis aki mobil.Kompas.com/Alsadad Rudi Beberapa jenis aki mobil.

Salah satu bagian yang rentan rusak jika mobil tidak dipakai adalah aki. Masalah pada aki biasanya tidak adanya siklus arus listrik untuk pengisian ulang, saat mobil jarang dipakai aki rentan tekor.

“Sebab saat kondisi mati, sejumlah bagian kelistrikan mobil tetap menyala dan butuh daya listrik. Seperti misalnya alarm mobil, yang tenaganya bersumber dari aki,” katanya.

“Untuk aki sebenarnya sama saja meski dilepas sekalipun, harusnya bila mobil jarang dipakai itu minimal dipanaskan dua hari sekali agar ada suplai listrik baru,” ucap Suparna.

Baca juga: Ban Mobil Tiba-Tiba Pecah, Jangan Injak Pedal Rem

Deretan ban dengan harga promosi ada dijajakan di salah satu gerai Planet Ban R4Setyo Adi/Otomania Deretan ban dengan harga promosi ada dijajakan di salah satu gerai Planet Ban R4

Komponen lain yang rentan mengalami kerusakan adalah bagian kaki-kaki, terutama ban. Karena terlalu lama diam, tekanan angin ban bisa berkurang hinga akhirnya kempis.

“Efeknya dinding ban bisa rusak jika terlalu lama tertekan oleh bobot mobil. Selain itu bearing roda juga bisa kena, karena tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan pada ban,” ujarnya.

Selain itu, komponen rem juga bisa kena masalah. Contohnya bagian piringan cakram dan kaliper berpotensi karat, sehingga saat mobil digunakan dan rem diinjak akan timbul bunyi-bunyi dari rem.

“Wiper juga harus dicek, karena kalau lama tidak digunakan dia bisa getas dan akhirnya tidka maksimal saat menyeka air,” kata Suparna.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X