Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankan Cuci Bagian Mesin Mobil?

Kompas.com - 16/03/2020, 14:41 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden RI Joko Widodo telah mengimbau bagi siapa saja untuk mengurangi aktivitas di luar, dan sebisa mungkin melakukannya di rumah.

Hal ini dilakukan untuk membatasi penyebaran virus corona yang mulai marak di Indonesia.

Untuk mengisi aktivitas Anda di rumah dengan kegiatan bermanfaat, salah satu yang bisa dipilih adalah mencuci mobil.

Dalam mencuci mobil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama saat Anda membersihkan bagian mesin.

Baca juga: Mengapa Tempat Tidur untuk Sopir Bus Ada di Belakang?

Robby Kurnia, CEO Autoglaze Indonesia, mengatakan, pastikan kondisi mesin sudah dingin sebelum proses mencuci dilakukan.

“Kemudian di ruang mesin banyak komponen listrik yang harus dilindungi, jadi harus dibungkus dulu pakai plastik,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, komponen elektrikan di ruang mesin wajib dilindungi jangan sampai terkena air. Paling penting, jangan semprot mesin menggunakan air bertekanan udara.

Baca juga: Bukan Agya-Ayla, Ini LCGC Paling Laku di Pasar Mobil Bekas

Sebab air bertekanan dapat memasuki celah-celah atau merembes ke komponen kelistrikan. Seperti diketahui, air dapat menghantarkan listrik dan sangat berbahaya bila terjadi hubungan arus pendek.

“Mencuci bagian mesin sebetulnya paling bagus menggunakan engine degreaser. Caranya tinggal disemprotkan ke bagian yang kotor, lalu bisa sambil kita sikat atau kuas," kata Robby.

"Tinggal diulang-ulang saja sampai bersih, cairan ini juga bisa dipakai untuk membersihkan bagian kaki-kaki atau kolong mobil tempat di mana kotoran mengerak,” ucapnya.

Jika sudah selesai, bilas permukaan yang telah dibersihkan menggunakan lap yang memiliki daya serap tinggi seperti microfier atau lap chamois. Lantas sebelum menyalakan mesin, pastikan semua bagian telah kering dulu agar lebih aman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
judulnya bukan "amankan" kaliiii...tapi "amankah"


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau