Cara Samsat Solo Cegah Penyebaran Virus Corona, Duduk Harus Jaga Jarak

Kompas.com - 20/03/2020, 08:12 WIB
kantor Samsat Solo memberikan jarak tempat duduk bagi para pemilik kendaraan yang akan membayar pajak istimewakantor Samsat Solo memberikan jarak tempat duduk bagi para pemilik kendaraan yang akan membayar pajak
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap ( Samsat) Kota Solo melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, di kantor juga dilakukan pemberian jarak antara wajib pajak yang melakukan pengurusan di kantor Samsat.

Pemberian jarak ini dengan cara memberikan tanda pada setiap bangku di ruang tunggu yang ada. Setiap wajib pajak diberikan jarak satu kursi dengan yang lainnya agar tidak terlalu dekat jaraknya.

Bangku yang tidak boleh diduduki diberikan tulisan “Jaga jarak cegah penyebaran virus corona, jangan duduk di sini,”.

Baca juga: Warga Jateng Bisa Bayar Pajak Kendaraan Secara Online, Begini Caranya

Selain adanya tulisan tersebut, kursi juga dipasang perekat berwarna hitam untuk menghalangi orang yang hendak duduk di tempat tersebut.

Suasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018).Dok. Samsat Jakarta Barat Suasana Samsat Jakarta Barat saat hari pertama setelah penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor pada Senin (17/12/2018).

Dengan begitu diharapkan bisa mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di kantor Samsat.

Kasi Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB) Unit Pengelola Pendapatan Daerah ( UPPD) Samsat Solo, Nurma Riyanti mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sebelumnya kami juga sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kantor, kami juga sudah memberikan hand sanitizer kepada wajib pajak yang datang ke kantor Samsat juga,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

Nurma juga mengatakan, para wajib pajak yang hanya melakukan pembayaran pajak satu tahunan bisa melakukan pembayaran secara online.

Baca juga: Bebas Denda Pajak Kendaraan buat Warga Jawa Tengah

Pemilik kendaraan bisa memanfaatkan aplikasi Sakpole (Sistem Administrasi Pajak Kendaraan Online). Sehingga, para wajib pajak tidak perlu datang langsung ke kantor Samsat hanya untuk melakukan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Aplikasi SAKPOLE merupakan aplikasi untuk pajak kendaraan bermotor secara online di Jawa Tengah. Ari Purnomo Aplikasi SAKPOLE merupakan aplikasi untuk pajak kendaraan bermotor secara online di Jawa Tengah.

“Yang bisa melakukan pembayaran pajak secara online hanya yang satu tahunan. Sedangkan untuk yang akan melakukan pajak lima tahunan tidak bisa tetap harus datang ke kantor Samsat,” katanya.

Hal ini disebabkan, bagi para pemilik kendaraan yang akan membayar pajak lima tahunan wajib membawa serta kendaraannya.

“Nanti kan juga dilakukan pengecekan kendaraan jadi untuk yang lima tahunan harus datang ke Samsat dan membawa kendaraannya,” ucapnya.

Baca juga: Tunggakan Pajak Kendaraan di Jateng Tembus Rp 450 Miliar

Selain memberikan jarak tempat duduk wajib pajak, mulai kemarin Badan Pengelola Pendapatan Daerah ( Bapenda) Provinsi Jateng juga sudah mengeluarkan kebijakan terkait pengurangan jam pelayanan di Samsat.

Untuk sementara ini pengurangan jam pelayanan ini berlaku sampai dengan 31 Maret mendatang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X