Ban Vulkanisir Boleh Digunakan Bus, tetapi dengan Catatan

Kompas.com - 18/03/2020, 08:02 WIB
Petugas Dinas Perhubungan Kota Solo memeriksa kondisi ban bus PO Mulyo Indah di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniPetugas Dinas Perhubungan Kota Solo memeriksa kondisi ban bus PO Mulyo Indah di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.comBus antarkota antarprovinsi (AKAP) harus menempuh jarak yang relatif jauh ketika dalam perjalanan. Pemilihan ban mutlak akan memengaruhi faktor keamanan dan kenyamanan para penumpang selama bus beroperasi.

Pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015, dijelaskan bahwa penggunaan ban vulkanisir pada bus AKAP sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) hanya boleh untuk ban belakang. Ketentuan ini ditetapkan demi menjaga faktor keselamatan dan meminimalisasi risiko kecelakaan.

Kurnia Lesani Adnan, Presiden Direktur PO SAN Putra Sejahtera dan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), mengatakan, penggunaan ban vulkanisir di depan bisa membahayakan.

Baca juga: Ini Tampang Baru Agya Facelift yang Segera Meluncur

Petugas dari Dinas Perhubungan Brebes, Jawa Tengah, melakukan cek ban bus dalam rangka sidak kelaikan jalan di Terminal Tanjung, Selasa (24/12/2013).
 Kontributor Kompastv/ Ari Himawan Sarono Petugas dari Dinas Perhubungan Brebes, Jawa Tengah, melakukan cek ban bus dalam rangka sidak kelaikan jalan di Terminal Tanjung, Selasa (24/12/2013).

“Karena ban depan itu posisinya tunggal dan mengatur arah kemudi. Apabila bannya meledak, handling kendaraan menjadi sulit. Sedangkan bagian belakang yang ganda bisa lebih aman kalau terjadi masalah pada ban,” ucap Sani kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Selain itu, jika proses vulkanisirnya dilakukan dengan kurang baik, bisa menjadi masalah. Seperti yang dikatakan Zulpata Zainal, Manajer On Vehicle Test (OVT) PT Gajah Tunggal Tbk, lapisan vulkanisir pada ban bisa lepas kalau pemasangannya kurang baik.

Baca juga: Ramai Mobil Ceper Pakai Airsus, Bus Sudah Dahulu Pakai

“Ada beberapa vulkanisir yang kurang baik seperti compound, pengerjaannya, dan sambungan di telapaknya. Akhirnya kadang kita melihat yang telapak vulkanisir lepas seluruhnya,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Lepasnya lapisan vulkanisir jika terjadi pada ban depan bisa menghilangkan cengkeraman ke aspal. Bus yang tidak terkendali bisa menjadi faktor dari kecelakaan di jalan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X