Penunggak Pajak Dapat Surat Peringatan Sebelum Data STNK Dihapus

Kompas.com - 10/03/2020, 11:32 WIB
Seorang pengendara mobil dirazia karena tidak memiliki STNK dan belum memiliki plat nomor resmi. Ia mendapat surat tilang di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (24/4/2018). RIMA WAHYUNINGRUMSeorang pengendara mobil dirazia karena tidak memiliki STNK dan belum memiliki plat nomor resmi. Ia mendapat surat tilang di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (24/4/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemilik kendaraan yang belum dibayarkan pajaknya, bisa terkena tilang jika tetap mengendarai di jalan. Selain itu, jika selama dua tahun berturut-turut, setelah masa STNK habis, yaitu lima tahun, tidak kunjung dilunasi maka data STNK bisa dihapus.

Aturan ini sebetulnya telah tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110.

Kompol Arif Fazlurrahman, Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat peringatan pertama bagi pemilik kendaraan yang masuk dalam kategori tersebut.

Baca juga: Pemohon SIM Keluhkan Biaya Tes Psikologi Terlalu Mahal

Letak Pajak Progresif di STNKKOMPAS.com / Aditya Maulana Letak Pajak Progresif di STNK

Tujuannya agar pemilik diingatkan untuk segera melunasi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

Satu bulan berikutnya, jika masih belum mengindahkan peringatan, pemilik kendaraan akan mendapat surat peringatan kedua.

Apabila pemilik kendaraan masih belum memberikan jawaban atas peringatan kedua, maka surat peringatan ketiga bakal dikirim paling lama satu bulan setelahnya.

Baca juga: Kenapa Sekarang Bikin SIM Harus Lolos Tes Psikologi?

Ilustrasi STNK Motor Listrik SDRIstimewa Ilustrasi STNK Motor Listrik SDR

Setelah itu, kendaraan masuk dalam daftar penghapusan sementara, untuk diproses apabila surat peringatan ketiga masih belum ditanggapi pemilik kendaraan.

“Kendaraan yang masa STNK habis berlakunya, setelah kami kirim surat teguran sampai tiga kali tidak ada respon, bisa kami hapuskan secara paksa,” ujar Arif, belum lama ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X