Tanpa Mengurangi Rasa Hormat, Keluar Masuk Kantor Cek Suhu Tubuh

Kompas.com - 04/03/2020, 13:42 WIB
Seorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI ALEX PLAVEVSKISeorang wanita yang mengenakan masker pelindung bekerja di pabrik Galanz di Foshan, Cina, 18 Februari 2020. Sementara Airbus, General Motors, Toyota, Foxconn dan banyak lainnya mulai berproduksi mengikuti aturan baru yang dikeluarkan oleh otoritas lokal. EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ancaman virus corona atau Covid-19 di Indonesia tidak bisa diremehkan. Pasalnya, wabah yang bermula dari Wuhan, China ini dapat melumpuhkan gerak roda bisnis dan industri.

Berbagai agen pemegang merek (APM) otomotif dalam negeri menyebut, ancaman berkepanjangan dari virus corona bisa membuat produktivitas dan daya beli masyarakat melemah. Pada akhirnya, terjadi resesi ekonomi.

Baca juga: Pabrikan Otomotif Mulai Jaga-jaga Efek Virus Corona

Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.M Lulut Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.

"Oleh karena itu, kita terus upayakan supaya karyawan tetap sehat agar produktivitas terjaga dan memantau permintaan pasar. Secara internal, kita mempromosikan pola hidup sehat seperti mencuci tangan, makanan bergizi, istirahat cukup, dan sebagainya dengan koordinasi satuan kesehatan perusahaan," kata Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2020).

Hal serupa juga dilakukan Honda melalui PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku APM di Indonesia. Bahkan, saat ini salah satu produsen besar asal Jepang itu membatasi aktivitas ke luar negeri.

"Kami banyak melakukan tindakan pencegahan di internal, misalnya memberikan sosialisasi terkait virus corona dan cara pencegahannya, serta hidup sehat. Lalu kita juga batasi karyawan untuk berpergian ke luar negeri sesuai dengan kepentingannya," kata Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan & Pemasaran PT HPM Yusak Billy.

Baca juga: APM Siapkan Alternatif Jika Corona Berdampak pada Pameran Otomotif

Aplikasi HondaMTM yang diluncurkan jaringan diler Honda Megatama Group untuk melayani konsumen yang ingin datang menservis kendarannya.Honda Megatama Group Aplikasi HondaMTM yang diluncurkan jaringan diler Honda Megatama Group untuk melayani konsumen yang ingin datang menservis kendarannya.

"Jika ada meeting, direkomendasikan untuk menggunakan telekonfrensi dibandingkan perjalanan bisnis," lanjut dia.

Sementara PT Toyota Astra Motor (TAM) mulai memperketat arus keluar-masuk kantor untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

"Kami ada pengecekan suhu badan sebelum maupun sesudah masuk kantor. Ini juga berlaku untuk tamu, tanpa mengurangi rasa hormat kami. Kemudian, sosialisasi untuk lebih rajin mencuci tangan, memakai masker, dan sebagainya," ujar Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmy Suwandy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.