Pabrikan Otomotif Mulai Jaga-jaga Efek Virus Corona

Kompas.com - 04/03/2020, 11:42 WIB
Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu. KOMPAS.com / FEBRI ARDANIIlustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas pengadaan komponen, impor dan ekspor, serta produksi kendaraan bermotor di Indonesia belum terpengaruh dengan ancaman virus corona (Covid-19).

Meski demikian, berbagai produsen otomotif di dalam negeri tengah meningkatkan kewaspadaan atas virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Pasalnya, corona bisa membuat mengganggu jalannya bisnis dan industri.

"Sisi supply sampai saat ini masih berjalan dengan normal, begitu juga dengan produksi kendaraan Toyota di Indonesia. Namun kita monitor terus sembari mempelajari pergerakan pasar di sisi demand-nya pasca pengumuman ancaman virus corona. Kami pelajari segala kemungkinan skenario yang ada," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandy, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Virus Corona Masuk Indonesia, IIMS 2020 Masih Sesuai Jadwal

Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Hal serupa juga dinyatakan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, yang menyebut bahwa produksi kendaraan di pabrik Daihatsu Sunter dan Karawang masih aman hingga Maret 2020.

"Sampai hari ini belum ada impact, produksi masih aman sampai Maret 2020. Begitu juga dengan pengiriman komponen maupun unit sendiri. Tetapi memang potensi virus corona melemahkan bisnis (terkait daya beli masyarakat) cukup besar," katanya.

Baca juga: Ancaman Virus Corona, Pabrikan Otomotif Nasional Mulai Batasi Perjalanan Luar Negeri

Oleh sebab itu, Amel berharap bahwa masalah ini tidak memburuk. Ia juga meminta kepada seluruh karyawan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan agar tak terserang virus corona.

"Kalau kami sendiri, saat ini sedang memperketat peninjauan terkait perkembangan informasi virus corona dan kelangsungan supply chain. Sebab, kalau masalah ini berlangsung lama tentu akan berdampak untuk bisnis," ujar Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan & Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

"Maka, kami akan lakukan berbagai strategi sebagai risk management action demi kelancaran supply chain. Adapun terkait seberapa signifikan dampak virus corona ini terhadap bisnis otomotif, kita masih pelajari dan pantau hour by hour," lanjutnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X