Tren Minibus Turun, Peminat Suzuki APV Banyak Beralih ke Ertiga

Kompas.com - 18/02/2020, 17:32 WIB
New Suzuki APV Luxury Febri Ardani Saragih/KompasOtomotifNew Suzuki APV Luxury
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Meski sama-sama bermain di segmen MPV tujuh penumpang, Suzuki Ertiga dan APV disebut berada di ceruk pasar yang berbeda. Hal ini yang membuat PT Suzuki Indmobil Sales (SIS) masih menjual kedua mobil tersebut secara bersamaan.

Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, mengatakan jika Ertiga dirancang sebagai kendaraan penumpang murni yang bermain di segmen Low MPV.

Sementara APV disebutnya sebagai kendaraan serba guna yang masuk di segmen minibus atau minivan, makanya mobil ini menyediakan varian blind van dan passenger car.

Baca juga: Selain Harga Resmi, Ini Biaya Tambahan Bikin dan Perpanjang SIM

Suzuki Ertiga 2020 dapat sentuhan baru Suzuki Ertiga 2020 dapat sentuhan baru

“Keduanya tidak saling mengganggu, karena segmennya berbeda. APV bisa digunakan untuk niaga buat usaha, orang-orang yang butuh fungsionalitas, juga untuk beraktivitas sehari-hari atau sebagai kendaraan penumpang,” ujarnya kepada Kompas.com (15/2/2020).

“Kalau Ertiga memang di-develop untuk kendaraan penumpang, agar penumpang bisa nyaman,” ucapnya.

Donny mengatakan, bahwa tren pasar saat ini sudah berbeda jika dibandingkan dengan waktu pertama kali APV meluncur. Waktu itu penjualan minibus masih bisa meraih angka cukup signifikan tiap bulannya.

Baca juga: Masih Perlukah Budaya Memanaskan Mobil? Simak Ini

Uji Irit All New Suzuki Ertiga Uji Irit All New Suzuki Ertiga

Berdasarkan catatan Suzuki, penjualan APV secara wholesales pada Januari 2020 meraih angka 334 unit. Sementara Ertiga bisa mendapat 2.853 unit.

“Sekarang ini kan tren market juga sudah berubah, dari minivan ke Low MPV. Jadi sudah tidak terlalu besar ya (market minibus),” kata Donny.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X