Kabar Kelanjutan Produksi Suzuki Jimny di Indonesia

Kompas.com - 18/02/2020, 11:01 WIB
Penampakan Suzuki Jimny Sierra di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018) atau sehari menjelang dibukanya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Kompas.com/Alsadad RudiPenampakan Suzuki Jimny Sierra di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018) atau sehari menjelang dibukanya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi meluncurkan Jimny pada ajang GIIAS 2019 yang lalu. Meski begitu, sampai sekarang masih banyak konsumen yang harus inden. Antrean inden bahkan mengular hingga bertahun-tahun.

4W Marketing Director PT SIS Donny Ismi Saputra, mengatakan bahwa Jimny sampai saat ini masih diproduksi hanya di Jepang dengan kapasitas 5.000 unit per bulan.

“Kapasitas mereka cuma 5.000 unit sebulan, untuk dikirim ke seluruh dunia. Jadi ya seperti itu, harus dibagi-bagi, Indonesia dapat jatah 50 unit per bulan,” ujar Donny di Jakarta (14/2/2020).

Baca juga: Ini Biaya Resmi Bikin Baru dan Perpanjangan SIM

Suzuki Jimny Generasi Baru 2018.INDIANAUTOSBLOG Suzuki Jimny Generasi Baru 2018.

“Kalau kami sih inginnya bisa memenuhi inden dengan cepat, tapi sekarang memang baru bisa diproduksi di Jepang. Kejadian inden ini tidak cuma di Indonesia, tapi di luar negeri juga sama,” kata Donny.

Menurutnya, Indonesia sudah mengajukan diri untuk menjadi basis produksi Jimny. Sejauh ini kabarnya hanya India yang jadi pesaing terdekat Indonesia untuk melokalkan SUV 4x4 tersebut.

“Belum ada (pengumuman), nanti pada waktunya akan kami umumkan. Jadi kami masih menunggu keputusan dari prinsipal,” ucap Donny.

Baca juga: Diam-diam, AHM Recall Ribuan Honda PCX pada 2019

Suzuki Jimny di IIMS 2019 Suzuki Jimny di IIMS 2019

Soal syarat-syarat produksi lokal Jimny, Donny tak mengungkapnya secara jelas. Ia hanya mengatakan bahwa ada syarat minimal jumlah produksi, yang tergantung dari kucuran nilai investasi yang dikeluarkan prinsipal.

“Mereka kan adjust-nya ada beberapa yang disyaratkan. Kami jadi salah satu negara yang mengajukan diri untuk memproduksinya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.