Kompas.com - 30/01/2020, 11:29 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelek bekas merupakan pilihan alternatif bagi pemilik kendaraan untuk mendapatkan pelek dengan harga bersahabat. Terlebih, jika kebutuhan akan piranti tersebut mendesak.

Namun dalam membeli pelek bekas, pemilik harus memperhatikan beberapa hal supaya tetap nyaman dan aman digunakan. Sebab, pelek bekas memiliki risiko yang cenderung lebih tinggi.

Wibowo Santosa, pemilik Permasuri Ban, toko pelek dan ban ternama di Jalan Mahakam Jakarta Selatan mengatakan, sekiranya pemilik melakukan pengecekan pada bagian lingkaran pelek.

Baca juga: Korban Maling Pelek dan Ban Mobil, Bisa Rugi Puluhan Juta Rupiah

Ilustrasi Pelek Ban MobilKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi Pelek Ban Mobil

"Jangan hanya melihat masih mulus atau tidaknya, tapi juga perhatikan bagian luar, dalam, bibir pelek, dan lainnya apakah ada kerusakan atau bekas patah. Kemudian cek lagi kebulatannya masih wajar atau tidak untuk digunakan kembali," katanya kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Jika ada kerusakan pada bibir pelek, tandanya mobil pernah menabrak sesuatu dengan keras. Kemudian, lingkaran pelek yang sudah jauh (menuju peang) tandanya penggunaan pelek sudah sangat lama dan kasar (terlalu sering terbentur).

Pelek Ban Mobil BekasKOMPAS.com/Ruly Pelek Ban Mobil Bekas

"Pada bagian lubang baut, biasanya rusak karena pemakaian baut yang tidak sesuai. Kalau bagian palang biasanya akan megeluarkan suara berderit saat berjalan jika ada bagian yang rusak," kata Bowo.

"Saya sarankan, ketika beli pelek bekas langsung lakukan proses balancing. Kalau masih bisa diperbaiki, artinya pelek bisa digunakan. Perhatikan juga lingkaran peleknya, masih wajar atau tidak karena nantinya itu berpengaruh pada handling mobil," lanjutnya.

Baca juga: Marak Pencurian Ban dan Pelek Mobil, Ini Cara Pencegahannya

Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.vishvastyres.com Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.

Pada kesempatan terpisah, Mamat dari Riverside Wheels menyatakan pelek yang masih layak digunakan ialah nat atau garis konstruksi di bagian dalam pelek masih terjaga.

"Perhatikan secara detail, apakah ada bagian nat yang terputus atau sengaja ditutup. Jika didapati ada begitu, perlu waspada. Tak lupa juga untuk membawa pelek ke tempat balancing, dan biasanya ini sulit dilakukan karena belum tentu semua penjual memperbolehkannya," kata Mamat.

Adapun harga dari pelek bekas sendiri, menurut Mamat berkisar diantara Rp 10 juta - Rp 30 jutaan tergantung model dan desain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.