Bus Masuk Jurang, Pengalaman Pengemudi Penting di Jalur Sumatera

Kompas.com - 24/12/2019, 14:42 WIB
Petugas polisi mengamankan lokasi kecelakaan bus penumpang di Jalan Raya Boyolali - Solo Km. 4 Mojosongo Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Kecelakaan beruntun ini melibatkan bus Armada Jaya Perkasa, Toyota Alphard, mobil boks Mitsubishi Canter, dan tiga unit sepeda motor KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas polisi mengamankan lokasi kecelakaan bus penumpang di Jalan Raya Boyolali - Solo Km. 4 Mojosongo Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Kecelakaan beruntun ini melibatkan bus Armada Jaya Perkasa, Toyota Alphard, mobil boks Mitsubishi Canter, dan tiga unit sepeda motor
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada Selasa (24/12/2019) dini hari, Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang mengalami kecelakaan masuk ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Belum ada info soal penyebab kecelakaan, namun kabar terakhir menyebutkan sebanyak 25 orang penumpang meninggal dunia, dan belasan orang lainnya selamat.

Menurut Pengurus Pusat Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Anthony Steven Hambali, kecelakaan bus ada banyak faktornya. Bisa dari faktor bus, driver, maupun medan yang dilewati.

Baca juga: Korban Jiwa Kecelakaan Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 25 Orang, 14 Orang Selamat

Lokasi jatuhnya bus Sriwijaya yang menyebabkan 25 orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Bus tersebut jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).HANDOU/ POS SAR PAGARALAM Lokasi jatuhnya bus Sriwijaya yang menyebabkan 25 orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Bus tersebut jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

“Kalau dari kondisi bus harusnya aman karena sekarang sudah banyak kegiatan ram check atau uji kelaikan kendaraan. Tapi mungkin saja terjadi karena sisi teknis, makanya harus tunggu hasil investigasi,” ujarnya kepada Kompas.com (24/12/2019).

Sementara dari faktor driver, Anthony mengatakan pengusaha bus AKAP wajib menyediakan driver cadangan. Hal ini untuk memastikan driver selalu sigap dan tidak mengantuk saat mengemudi.

“Kita kan tidak tahu pengemudi sudah berapa lama mengemudi, bisa saja kelelahan. Makanya double driver kini sudah jadi standar,” kata Anthony.

Baca juga: Daftar 13 Korban Selamat Kecelakaan Bus Sriwijaya

Ilustrasi Bus saat melewati jalur berliku-liku di sebuah tanjakan.tribunnews.com Ilustrasi Bus saat melewati jalur berliku-liku di sebuah tanjakan.

Selain itu, medan jalur Sumatera yang didominasi jalur berkelok juga menuntut pengemudi telah mengenal dengan baik jalur yang akan dilewati.

“Untuk jalur Sumatera menurut saya pengalaman penting ya, karena jalur berkelok menuntut kehati-hatian lebih, dan kalau tidak berpengalaman pasti lebih susah karena tidak hafal jalur,” ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X