5 Hal Kenapa Wajib Berhati-hati Melintas di Tol Japek

Kompas.com - 21/12/2019, 17:02 WIB
Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Keberadaan jalan tol layang terpanjang di Indonesia Jakarta - Cikampek (Japek) II elevated memancing antusias masyarakat untuk melintasinya. Selain karena baru saja dibuka untuk umum, jalan tersebut juga banyak disorot akhir-akhir ini.

Mulai dari konstruksinya yang bergelombang, kecepatan angin, dan juga berbagai hal lainnya. Bagi anda yang ingin melintas di jalan layang tersebut, ada beberapa hal yang wajib anda perhatikan.

Hal ini karena, keberadaan jalan tol layang itu berbeda dengan jalan tol pada umumnya. Terutama pada kondisi angin yang berembus dan juga kontur jalan yang bergelombang.

Kecepatan angin yang berembus bahkan mampu membuat mobil menjadi oleng. Berikut lima hal yang wajib anda perhatikan sebelum melintasi jalan tol layang Japek II.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,4 kilometer, dan menjadi jalan tol layang terpanjang se-Indonesia.Kementerian PUPR Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,4 kilometer, dan menjadi jalan tol layang terpanjang se-Indonesia.

Kecepatan angin

Keberadaan jalan tol layang Jakarta - Cikampek (Japek) II elevated diprediksi bakal menarik antusiasme warga untuk mencoba melintasinya. Terlebih, saat musim libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Akan tetapi, keberadaan tol layang itu juga menghadirkan kondisi yang berbeda. Alhasil, mobil yang melintas harus lebih waspada, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Terutama pada kondisi terpaan angin. Angin yang berembus di tol layang tersebut kemungkinan akan lebih kencang dan bisa membuat oleng kendaraan.

Baca juga: Batas Maksimal Tinggi Mobil yang Boleh Melintas Jalan Tol Layang Japek

General Manager Traffic PT Jasa Marga Jalan Layang, Aprimon mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati embusan angin dari samping. Imbauan ini ditindaklanjuti dengan pemasangan sejumlah rambu peringatan di beberapa titik.

"Ada rambu peringatan yang kami pasang di beberapa titik, kami sampaikan ke masyarakat bahwa hati-hati angin dari samping," katanya, Kamis (19/12/2019).

Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-VHPM Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-V

Pengendara mudah lelah

Saat hendak melintasi jalan tol layang Japek II, selain mempersiapkan kondisi mobil anda juga perlu menyiapkan kondisi fisik. Pasalnya, ada perbedaan antara jalan tol layang dengan jalan tol biasa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X