Plus Minus Pakai Supermoto di Musim Hujan, Nyiprat Sampai ke Badan

Kompas.com - 05/11/2019, 09:36 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan sudah di depan mata, maka bagi pengendara motor jenis supermoto akan menghadapi beberapa kendala. Hal yang paling jamak ialah terkena 'cipratan' baik dari ban depan atau belakang.

Dicky Saputra, pemilik Kawasaki D-Tracker 150 tahun 2017, mengatakan, nyiprat adalah bagian dari keseharian berkendara dengan supermoto. Sebab bagian spakbor depan belakang tidak bisa menangkal air dengan baik.

Baca juga: Harga Motor Adventure November 2019 Stabil, Tidak Ada Kenaikan

"Apalagi spakbor belakang saya copot cuma pakai segitiga yang kecil. Kalau hujan nyiprat ke punggung sampai kepala. Dari depan juga sama, ke tangan, dada, dan bagian kaki, sepatu, habis," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (5/11/2019).

Dicky mengatakan, saat musim hujan sebaiknya atur waktu perjalanan. Jika memang hujan dan tidak mau kena cipratan bisa dengan meneduh sampai hujan reda. Kemudian dilanjutkan berkendara santai agar tidak nyiprat.

Modifikasi supermoto harian D Tracker 150 2014Arena Motor Modifikasi supermoto harian D Tracker 150 2014

"Tapi paling aman itu pakai jas hujan. Mau nyiprat sepeti apa aman karena cipratannya kena ke jas hujan. Sepatu juga pakai sarung sepatu. Taruh jas hujannya dimana, kalau saya pakai rak belakang kecil," katanya.

Victor Sasongko, pemilik Kawasaki D-Tracker 150 yang tiap hari dipakai kerja mengatakan, jika memang tidak mau pakai rak belakang tetap bisa membawa jas hujan. Caranya ditaruh di tempat perkakas (tools).

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Hati-hati Bodi Mobil Jadi Kusam

"Kalau kondisi kaya gini saya bawa jas hujan ditaruh di tools. Belinya jas hujan setelan yang tipis harganya Rp 20.000 jadi muat di tools. Buat saya di kota gini tools masih bisa tidak dipakai, soalnya di kota banyak bengkel," katanya.

Victor mengatakan, nyiprat adalah hal biasa jika menyangkut supermoto. Tapi di musim hujan, motor ini punya berbagai keunggulan yang tidak dimiliki motor jenis lain, yaitu soal kepraktisan.

"Pertama saya lebih percaya diri saat melewati jalan. Jalan rusak, lubang-lubang kecil yang tidak terlihat karena tertutup air mudah saja dilewati. Kemudian juga mudah terabas genangan, sampai ambil jalur kiri (gravel) yang jarang dipakai motor," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.